31 C
Kudus
Sabtu, Desember 3, 2022
BerandaKISAHSepi Orderan, Driver...

Sepi Orderan, Driver Taksi Online Ini Banting Stir Rintis Usaha Tahu Walik

BETANEWS.ID, KUDUS – Di dalam ruangan dapur sebuah rumah di Dukuh Kadilangon, Desa Gondang Manis Gang 1, Kecamatan Bae, Kudus, terlihat seorang pria dan wanita sedang sibuk. Sang wanita tampak menggoreng tahu, sedangkan si pria yang mengenakan kaus oblong hitam terlihat memasukkan adonan ke dalam kulit tahu yang dibalik. Pria tersebut yakni Muhammad Zemi Zakaria (44) yang dibantu istrinya membuat camilan tahu walik.

Sembari melakukan aktivitasnya, pria yang akrab disapa Zemi itu sudi berbagi kisah tentang usahanya tersebut. Di mengatakan, mulai merintis usaha membuat camilan tahu walik tiga pekan yang lalu. Hal itu dilakukan karena himpitan keadaan. Sebab kerjaan yang jadi penopang ekonomi keluarga malah sepi.

Baca juga : Berhenti jadi Guru Honorer, Arif Pilih Tekuni Usaha Kue Kering

- Ads Banner -

“Saya itu sebenarnya kerja jadi mitra taksi online. Namun, sejak ada corona, orderan sepi banget. Karena sepi, pas Lebaran kurang dua minggu saya berpikir, bagaimana agar saya punya penghasilan dari sumber lainnya. Sehingga terbersitlah ide membuat tahu walik,” ungkap Zemi kepada betanews.id, Jumat (29/5/2020).

Pria yang sudah dikaruniai satu anak itu menuturkan, mendapatkan ide membuat tahu walik dari Google. Tahu walik merupakan camilan khas Banyuwangi bercita rasa gurih, enak, kriuk di luarnya dan lembut di dalamnya.

Kemudian tuturnya, dengan dibantu istrinya, Zemi mencoba membuat tahu walik. Setelah beberapa kali membuat dan sudah menemukan cita rasa yang diinginkan, dia pun kemudian memasarkannya lewat media daring maupun secara konvensional.

“Alhamdulillah setelah kami posting banyak teman yang pesan. Tetangga dan saudara juga banyak suka dan memesannya,” ujarnya sambil tersenyum.

Sejak saat itu, kata dia, setiap hari ada saja yang pesan tahu walik miliknya. Selain itu, pemasaran juga dibantu saudaranya yang punya angkringan. Sehingga setiap hari dia bisa tetap produksi karena ada pesanan pasti.

“Harga yang kami tawarkan juga sangat terjangkau. Hanya Rp 15 ribu per kemasan untuk rasa original, serta Rp 16 ribu untuk rasa ekstra pedas. Setiap kemasan isinya 14 biji,” jelasnya.

Baca juga : Meski Awalnya Terpaksa dan Kesulitan, Yusuf Kini Sukses Lanjutkan Usaha Sang Ayah

Selama ini, tuturnya, sehari ia mampu menjual 15 sampai 22 kemasan. Itu yang pesanan pasti tiap harinya. Biasanya itu ada saja pesanan dadakan dari tetangga atau teman jauh.

“Saya berharap tahu walik kami makin diminati dan punya banyak pelanggan. Semoga juga usaha ini makin lancar dan berkah,” harap Zemi yang juga berjualan nanas madu, telur dan beras.

Editor : Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler