BETANEWS.ID, KUDUS – Tumpukan kardus berisi nasi tampak di sebuah meja yang berada di SPBU 4459304 Kudus. Sore itu, dua orang perempuan mengenakan pakaian warna merah hati dengan wajah tertutup mika sedang menyiapkan minuman di samping kardus itu. Setelah semua siap, satu diantara mereka mendatangi petugas operator SPBU.
Dia adalah Zakia (37), Admin SPBU di Jalan A Yani No 3, Kudus atau dikenal SPBU Matahari. Dia mengungkapkan, warga yang ingin mengambil takjil di SPBU tersebut wajib memakai masker. Selain itu juga diwajibkan cuci tangan terlebih dahulu.

“Pelanggan yang membeli BBM di sini dan warga boleh mengambil takjil. Tetapi harus menggunakan masker dan cuci tangan dulu. Kali ini kami membagikan 100 takjil untuk warga,” terangnya saat ditemui, Jumat (8/5/2020).
Zakia juga menambahkan, pembagian itu dilakukan secara rutin satu pekan sekali. Meski berbeda dengan tahun-tahun lalu yang bisa membagi takjil setiap hari, dirinya merasa bersyukur karena masih bisa berbagi.
Baca juga: Program Ramadan Cashback, Pertamina Obral Pertamax
“Ini sudah menjadi kegiatan rutin kami di bulan Ramadan. Tetapi karena kondisi pandemi Covid-19 ini ada yang berbeda. Jika sebelumnya setiap hari, ini hanya sepekan sekali. Kami mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai,” tambah warga Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus itu.
Waktu sudah menunjukan pukul 16.00 WIB, sejumlah orang mulai berdatangan untuk mengambil takjil di sana. Satu diantaranya yakni Markhaban (68), dia mengaku senang bisa berbuka gratis, sore itu. Meski sempat ditolak karena tidak memakai masker, tukang becak yang biasa mangkal di sekitar SPBU tersebut akhirnya mendapat takjil.
“Tadi sempat tidak diizinkan ambil takjil karena masker tidak saya pakai. Setelah saya pakai, akhirnya boleh ambil. Ini nanti akan saya makan saat berbuka,” ungkap warga Desa Jepang Wetan, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus itu, sambil memegang kardus takjil.
Sama halnya dengan Anisa yang saat itu pulang kerja dan mengisi BBM di sana. Karena ada takjil gratis, dia kemudian ikut mengambilnya. “Ini tadi disuruh cuci tangan dulu terus boleh ambil takjil,” kata Warga Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus itu.
Editor: Ahmad Muhlisin

