BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus kesulitan mencari masker N95 dan masker bedah untuk mencukupi kebutuhan alat medis selama pandemi Covid-19. Padahal, anggaran untuk mencukupi kebutuhan ini sudah disiapkan sebanyak Rp 2 miliar.
Anggaran ini menjadi bagian dari penanganan kesehatan yang telah dianggarkan Pemkab Kudus untuk antisipasi penyebaran Virus Corona sebanyak Rp 48 miliar.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Muhammad Nasiban mengaku, sampai saat ini, pihaknya kesulitan mencari masker N95, masker bedah dan virus transfer media (VTM).
“Selain penyedia yang sedikit, barangnya pun langka,” ungkap Nasiban saat ditemui di ruangannya, Kamis (8/4/2020).
Baca juga: Pemkab Kudus Gelontorkan Rp 48 Miliar untuk Hadapi Corona
Untuk masker N95, pihaknya sudah menganggarkan Rp 1,3 miliar dan masker bedah Rp 701 juta. Dalam perkembangannya, Nasiban sudah menerima penawaran dari delapan vendor untuk pengadaan.
“Modelnya lelang terbuka. Diutamakan mana yang barangnya ready dan kecepatan pengiriman,” jelasnya.
Selain masker, DKK Kudus juga mengalokasikan pembelian alat rapid test sebanyak Rp 1 miliar. Dengan alokasi tersebut, ia memperkirakan akan mendapatkan 10 ribu alat rapid test. Sedangkan untuk VTM, anggarannya sebesar Rp 429 juta.
“Untuk alat rapid test kira-kira dapat 200 boks yang setiap boksnya berisi 50 buah. Kalau VTM, dengan anggaran tersebut akan memperoleh 14.300 buah. Pembelian tersebut hanya untuk selama pandemi Covid-19 saja. Bukan untuk stok,” ungkapnya sambil mengolak-alik kertas daftar belanja.
Baca juga: Ketersediaan Logistik di Kudus Dipastikan Aman
Nasiban melanjutkan, dana yang dikucurkan pemkab untuk penanganan kesehatan sudah mencapai Rp 15,3 miliar yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Sedangkan pengalihan dana kegiatan di tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebanyak Rp 1,2 miliar belum cair.
“Penyerapan anggaran baru sebesar Rp 2,6 miliar. Dana ini untuk pengadaan hand sanitizer, alat pelindung diri, termometer infrared, wastafel portable dan vitamin. Nanti tidak dibelikan semua. Kita melihat situasi,” pungkas Nasiban.
Editor: Ahmad Muhlisin

