BETANEWS.ID, KUDUS – Rintik hujan turun siang itu. Gapura berwarna biru dengan banner terbentang dengan tulisan ‘Larangan Bagi Pengunjung / Warga Luar Desa Masuk ke Desa Wonosoco’. Saat hujan reda, sejumlah orang mulai datang ke pos yang ada di samping gapura tersebut.
Satu di antara sejumlah orang yang ke sana yaitu Setiyo Budi (42), Kepala Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kudus. Usai mengecek pos itu, dia menjelaskan, bahwa Desa Wonosoco saat ini membatasi warga yang hendak berkunjung. Hal tersebut dilakukan demi mencegah penyebaran Virus Covid-19.

“Karena di Desa Kutuk sudah ada yang positif, jadi kita akan membatasi orang yang datang. Jika tidak berkepentingan maka tidak kami izinkan. Misal berkepentingan juga kami beri batasan waktu kurang lebih 10 menit,” Jelas Kepala Desa yang akrab disapa Budi itu, Rabu (29/4/2020).
Baca juga : Satu Warganya Positif Covid-19, Desa Kutuk Berlakukan Lockdown
Menurutnya, masih banyak warga dari luar desa yang belum sadar. Sehingga masih bersepeda memasuki kawasan wisata Wonosoco. Karena mendapat masukan dari warga dan tokoh-tokoh desa, kemudian Desa Wonosoco memutuskan untuk membatasi orang yang datang.
“Ini sudah kami berlakukan sejak tadi malam. Jadi akan ada piket penjagaan pintu masuk dari Satgas Covid-19 Desa Wonosoco. Selain satgas, kami juga dibantu Babinsa, Bhabinkamtibmas, RT, RW dan pemuda karang taruna,” terangnya kepada betanews.id.
Budi juga menambahkan, Desa Wonosoco sudah menjadi desa rintisan wisata, sejak bulan Maret lalu sudah menutup tempat wisata. Hal ini sesuai imbauan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus.
Baca juga : Tak Ada Pengucilan, Warga Kutuk Berikan Dukungan untuk Keluarga Pasien Positif Covid-19
“Tetapi masih banyak orang yang belum memahami. Karena ditutup dan tidak ada yang jaga, malah menjadi kesempatan masuk gratis. Terutama bulan Ramadan ini, setelah Subuh dan menjelang Maghrib banyak yang datang bersepeda kemari,” tambahnya.
Editor : Kholistiono

