BETANEWS.ID, KUDUS – Terik sinar matahari cukup menyengat siang itu. Sebuah spanduk bertuliskan Kutuk Lockdown terbentang di gapura pintu masuk Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Satu di antara sejumlah orang yang berjaga di sana yakni Muhammad Irham (27), anggota Tim Satgas Covid-19 Desa Kutuk.
Irham mengungkapkan, pemberlakuan lockdown di Desa Kutuk, lantaran ada warga desa yang positif Covid-19. Meski ada yang positif, warga Desa Kutuk tetap memberi semangat dan dukungan terhadap keluarga dan korban. Para tetangga juga bersimpati dengan memberikan makanan kepada pihak keluarga korban.
“Tetap mendukung dan memberi semangat. Tidak ada yang mengucilkan, tetangga malah membagi makanan kepada keluarga. Jadi kami berharap bisa segera sembuh dan kondisi desa juga kembali normal,” terangnya kepada betanews.id, Selasa (28/4/2020).
Baca juga : Satu Warganya Positif Covid-19, Desa Kutuk Berlakukan Lockdown
Warga Desa Kutuk RT 08 RW 04 itu juga menyampaikan, bahwa saat ini Tim Satgas Covid-19 sedang melakukan penelusuran riwayat aktivitas dan interaksi warga yang dinyatakan positif Covid-19. Menurutnya, warga yang positif tidak punya riwayat pergi keluar kota. Bahkan sebelumnya, jauh-jauh hari memang sudah sakit-sakitan dan tidak keluar rumah.
“Setahu kami yang bersangkutan memang sudah sakit komplikasi dan tidak keluar rumah sejak lama. Bahkan sebelum pandemi Covid-19. Saat ini kami dari Satgas sedang mencari informasi riwayat interaksi korban,” ungkapnya.
Baca juga : Desa Gondangmanis Siapkan Lima Ruangan untuk Karantina Pemudik
Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kudus dr Andini Aridewi menjelaskan, pasien laki-laki tersebut berusia 56 tahun. Pasien dirawat di RS Mardi Rahayu sejak 18 April 2020 silam. Kemudian, hasil swab keluar pada hari Sabtu (25/4/2020).
“Pasien memang dirawat dengan penyakit penyerta di RS Mardi Rahayu. Dan pasien ini tidak ada riwayat perjalanan maupun kontak Positif Covid-19,” tambahnya.
Editor : Kholistiono

