BETANEWS.ID, DEMAK – Langit mendung tampak menyelimuti Desa Tambirejo, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, sore itu. Dari kejauhan, tiga orang pria terlihat duduk di depan Aula Balai Desa yang menjadi tempat isolasi pemudik perempuan. Satu diantaranya adalah Agus Suryanto (55), kepala desa setempat.
Dirinya mengatakan, pihak Desa Tambirejo sudah menyiapkan anggaran Rp 193 juta untuk menangi virus corona di desanya. Anggaran tersebut digunakan untuk beberapa kegiatan pencegahan Covid-19, seperti pembagian masker, penyemprotan disinfektan, dan membuat tempat isolasi bagi para pemudik.
“Seharusnya setiap desa punya anggaran yang sama untuk pencegahan Covid-19 ini. Makanya, saya mengajak desa-desa se Kecamatan Gajah khususnya, untuk membuat tempat isolasi warga. Tidak hanya menyediakan tempat, tetapi juga difasilitasi,” tegas pria berkumis tebal itu, Rabu (22/4/2020).
Agus menambahkan, jika sebelumnya warga disuruh untuk isolasi mandiri di rumah, pihak desa kemudian memilih untuk memusatkannya. Menurutnya, hal itu dirasa lebih efektif untuk mencegah penularan Covid-19.
“Saat ini di ada tiga warga yang diisolasi. Dua orang pria dari Bali dan Sulawesi. Sedangkan yang perempuan dari Jakarta,” ungkap pria yang merangkap Ketua Relawan Covid-19 itu.
Sementara itu, Wakil ketua Relawan Covid-19 di Desa Tambirejo Fatkhur Rohman (39) menambahkan, saat ini kapasitas isolasi baru bisa menampung 10 orang. Rinciannya, Sekolah Dasar Negeri Tambirejo yang ditempati pemudik pria bisa menampung 7 orang dan balai desa untuk isolasi wanita dapat digunakan 3 orang.
Baca juga: Desa Tambirejo Demak Sediakan Tempat Karantina, Dapat Uang Makan
“Tidak menutup kemungkinan, jika pemudik semakin bertambah akan ditambah lagi,” beber pria yang juga menjabat Ketua BPD desa setempat itu.
Lebih lanjut ia mengatakan, saat ini relawan dibagi empat kelompok. Tugasnya yaitu menginventarisir warga yang merantau di setiap RW di desanya. Teknisnya, warga yang hendak mudik akan segera dijemput sebelum sampai rumah dan berkumpul dengan keluarga.
Baca juga: Ganjar Minta Pemerintah Pusat Perhatikan Perantau yang Tidak Mudik
Relawan Covid-19 di desa tersebut terdiri dari perangkat desa, bhabinkamtibmas, TNI dan relawan kesehatan. Selain itu juga melibatkan RT dan RW untuk melakukan pemantauan warga yang masih merantau.
“Jadi kelempok ini nanti akan mendata warga yang merantau. Jika pulang akan kami jemput dan kami bawa ke tempat karantina. Jadi jangan sampai berkumpul keluarga dulu,” tutup Fatkhur.
Editor: Ahmad Muhlisin

