31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Pembangunan Pabrik Marak di Jateng, Adin Hysteria: ‘Jangan Hanya Bangun Pabrik Melulu’

BETANWS.ID, SEMARANG – Ketua Ekonomi Kreatif (KEK) Jawa Tengah Akhmad Khoridin mengkritik pembangunan di Jawa Tengah yang jomplang. Pemerintah dianggap terlalu fokus pada pembangunan industri manufaktur, namun mengesampingkan pembangunan industri kreatif yang banyak digarap anak muda.

“Pemerintah hanya fokus membangun pabrik dan industri manufaktur. Padahal, ekonomi kreatif yang sekarang banyak digeluti anak muda juga memberikan kontribusi yang besar,” ujar pria yang akrab disapa Adin itu dalam Musrenbangwil Kedungsepur, Kota Lama Semarang, Rabu (11/3/2020).

Gubernur Jateng Ganjar Pranbowo dalam acara Musrenbangwil, Rabu (11/3/2020). Foto: Ist

Dalam acara yang dihadiri kepala-kepala daerah di Jawa Tengah tersebut, Adin juga mengatakan, berdasarkan data dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenkeraf), industri kreatif sejauh ini menyumbang sebesar 7,44 persen dari total perekonomian di Indonesia. Dia menjabarkan, tiga besar inustri kreatif tersebut yakni kuliner, fashion dan kriva.

-Advertisement-

“Seharusnya Jateng bisa mendorong peningkatan industri kreatif ini. Jateng memiliki potensi besar baik secara geogrfis maupun sumber daya manusianya. Saya yakin banyak anak muda di Jateng yang mampu mengembangkan,” ujar Adin.

Menurut Ketua Komunitas Hysteria tersebut, kreatifitas anak muda di Jateng sudah banyak muncul berkat meluasnya akses informasi. Banyak yang mengembangkan startup-startup yang muncul, namun hingga kini belum bisa dirasakan dampaknya bagi peningkatan ekonomi.

Dia berharap, seluruh kepala-kepala daerah di Jateng bisa memberikan perhatian lebih pada pengembangan industri kreatif, khususnya yang dikembangkan anak muda. Mereka, menurut Adin, butuh diarahkan. Agar kreativitas dan inovasi yang diciptakan bisa berkembang dan memberikan dampak yang nyata di masyarakat.

Berikan Akses Luas Pada Anak Muda

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengaku sengaja mengundang banyak dari kalangan anak muda di Jateng dalam Musrenbangwil. Dirinya ingin kepala-kepala daerah di Jateng yang hadir dalam Musrenbangwil, bisa menyerap ide-ide segar dari anak-anak muda.

“Saya sengaja mengundang anak-anak muda dalam gelaran Musrenbang ini untuk mendengarkan ide segar mereka. Tadi itu ada usulan bagus, mereka memberikan gambaran yang baru soal industri kreatif. Ini bisa memberikan inspirasi, bahwa ada banyak hal yang bisa dikerjakan untuk meningkatkan ekonomi,” kata Ganjar usai acara.

Selain langkah tersebut, upayanya untuk memberikan ruang yang besar kepada anak muda di Jateng, pihaknya telah membuka coworking space untuk digunakan sebagai tempat berlatih para startup muda. Upaya tersebut sebagai bentuk keseriusan Pemprov Jateng dalam mendongkrak potensi ekonomi kreatif melalui anak-anak muda.

Baca juga: Siswa SMP Karimunjawa Sambat Tak Punya Gedung Lab Komputer, Ganjar: ‘Ya Nanti Kami Bangun’

Tak hanya di wilayah perkotaan, pihaknya juga membuka akses pengembangan industri kreatif di wilayah perdesaan. “Akses tidak hanya diberikan hanya di perkotaan, di Kota Lama Semarang misalnya, namun juga di perdesaan, sebagai contoh di Lasem Rembang,” tutur Ganjar.

Dia meminta kepada seluruh bupati dan wali kota di Jateng untuk peduli terhadap pengembangan ekonomi kreatif anak muda. Mereka diminta untuk melihat potensi anak-anak muda di daerahnya masing-masing.

“Entah seni, film, kriya dan lainnya itu bisa dibuat. Saya minta kawan-kawan muda ini aktif dan tidak hanya menunggu. Nanti kami dorong seluruh Kabupaten/Kota memberikan ruang pada kawan-kawan ini agar eksis. Tidak hanya pada tataran konsep, tapi aksi nyata di lapangan,” tutupnya.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER