BETANEWS.ID, BALI – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan akan menggenjot promosi pariwisata ke Australia dan Eropa. Promosi tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan potensi kunjungan wisatawan mancanegara ke Jateng, selain wisatawan dari Tiongkok. Mewabahnya virus corona di Negeri Tirai Bambu tersebut memberi dampak cukup signifikan terhadap kunjungan wisata.
Selain mengoptimalkan wisatawan lokal, kata Ganjar, pencarian pangsa pasar ke negara lain selain Tiongkok memang harus dilakukan. Potensi wisatawan dari negara lain yang selema ini belum digarap harus segera digenjot.

“Promosi wisata ke eropa, australia dan negara-negara lain harus segera digarap. Potensi-potensi yang selama ini belum digarap serius, memang harus mulai digenjot,” ujar Ganjar saat menghadiri acara pelantikan Pengurus Kagama Bali di Kantor Gubernur Bali, Minggu (23/2).
Promosi wisata ke Autralia dan sejumlah negara di Eropa, kata gubernur dua periode tersebut, bagian dari upaya untuk menjadikan Jateng sebagai Bali baru di Indonesia. Presiden Jokowi telah meminta ada Bali baru di Indonesia, dan Jawa Tengah menjadi salah satu yang ditunjuk, yakni Borobudur.
Selain menggenjot potensi wisata melalui promosi itu, kedatangan Ganjar ke Bali juga merupakan bagian dari upaya untuk mewujudkan Borobudur sebagai destinasi wisata kelas dunia seperti Bali. Ganjar ingin menjadikan Bali sebagai sister destinasi wisata Jateng.
Ganjar menjelaskan, sister destinasi dapat dijadikan panduan antara kedua daerah mengelola pariwisata. “Bali sebagai pusat wisata Indonesia, tentu memiliki banyak ilmu dan pengalaman yang bisa diterapkan di Jateng,” ujar pria berambut putih itu kepada para wartawan.
Sister destinasi akan diwujudkan, lanjut Ganjar, dengan paket-paket kerjasama pariwisata antara kedua daerah. Paket ini selain memudahkan masyarakat mengakses pariwisata, juga bisa menjadi alat promosi efektif untuk menarik wisatawan.
Terlebih lagi, kata Ganjar, di tengah maraknya isu virus corona yang sekarang membuat pariwisata sepi. Pihaknya menawarkan membuat kerjasama pariwisata, Jateng dengan Bali. paket kerjasama antar daerah ini, misalnya Bali dengan Jateng buat paket bersama untuk mengoptimalkan wisatawan lokal.
“Kalau hanya diam dengan kondisi ini sambil menunggu isu corona selesai, mau sampai kapan?” jelas Ganjar.
Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, selain paket tersebut, kedua pihak bisa bisa memberikan diskon untuk mendongkrak ekonomi agar pariwisata bergeliat. Misalnya Bali dikenal bagus tempat menyelamnya, di Jateng ada Karimunjawa.
“Atau bisa melalui even pariwisata apa yang ada di Bali, bisa diterapkan di Jawa Tengah,” terangnya.
Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bali, I Gede Indra Dewa Putra menyambut baik usulan Ganjar. Menurutnya, pengelolaan pariwisata memang harus bersinergi dengan daerah-daerah lain.

