BETANEWS.ID, KUDUS – Dua pria tampak sedang berkomunikasi di ruang Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kudus, Jumat (28/2/2020). Satu diantara mereka yakni Su’udi (57), Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah pada Kemenag Kudus. Terkait dengan kebijakan pemerintah Arab Saudi yang menghentikan sementara penerbitan visa umrah terkait dengan virus Corona, dia mengaku belum mendapat informasi secara resmi dari pusat. Dirinya baru mendengar informasi tersebut dari media.
Dalam hal ini, Su’udi akan menghormati kebijakan pemerintah Arab Saudi demi pencegahan virus Corona. Saat ini, dia masih menunggu informasi secara resmi dari pusat terkait kebijakan yang harus dilakukan. Dengan adanya kebijakan pemberhentian jemaah umrah, dia akan berkomunikasi dengan biro jasa umrah yang ada di Kudus.
“Saya akan mengkomunikasikan dengan biro umrah dan memberi pengertian, agar hal ini bisa diselesaikan dengan baik terhadap calon jemaah umrah. Saya juga berharap calon jemaah umrah bisa memahami,” ungkap Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah pada Kemenag Kudus itu kepada betanews.id.
Dirinya juga menyebut, untuk perizinan, biro-biro di Kudus langsung mengurus perizinan ke Jakarta. Sehingga dirinya belum tahu secara detail data jemaah umrah dari Kudus yang belum bisa diberangkatkan akibat kebijakan ini.
Dia juga menjelaskan, jika di Kudus sendiri kantor biro yang resmi baru ada lima, sedangkan yang lain tidak memiliki kantor cabang di Kudus. Meski tidak memiliki kantor di Kudus, jika biro tersebut memiliki surat izin dan data lengkap, Kemenag tetap akan mengizinkan untuk memberangkatkan jemaah umrah.
Sedangkan Akhmad Mundakir (55), Kepala Kemenag Kudus menambahkan, jika dirinya juga menghargai kebijakan pemerintah Arab Saudi yang bertujuan melakukan pencegahan masuknya virus Corona. Menurutnya, hal tersebut sangat wajar dilakukan demi menjaga keselamatan banyak orang.
“Meski mayoritas orang Indonesia beragama muslim, khususnya warga Kudus yang antusias umrahnya cukup tinggi, saya berharap warga tetap bersabar dan bisa memahami. Saat ini kami belum ada komunikasi dan intruksi dari pusat terkait pemberhentian jemaah umrah. Hanya ada pers rilis pemberitahuan saja,” tambahnya.
Editor : Kholistiono

