30 C
Kudus
Sabtu, Februari 29, 2020
Beranda Ekonomi Pria Asal Mayong...

Pria Asal Mayong Ini Berjualan Durian di Kudus, Keuntungan Bersih Rp 2 Juta Sehari

SEPUTARKUDUS.COM, GETAS PEJATEN – Di tepi barat jalan tepatnya di depan Graha Mustika Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, kudus tampak sebuah mobil bak terbuka warna hitam yang dipenuhi buah durian. Di sisi bak mobil tersebut terlihat seorang pria tambun bertelanjang dada sedang melayani beberapa pembeli. Pria tersebut yakni Supeno (42), yang berjualan durian ditemani istrinya.

Di sela melayani pembeli, pria yang akrab disapa Peno itu sudi berbagi kisah kepada Seputarkudus.com. Dia mengungkapkan, sudah sekitar 20 tahun berjualan durian. Menurutnya, berjualan buah durian lumayan menguntungkan. Sayangnya, lanjut dia, berjualan buah dengan aroma yang menggugah selera itu tidak bisa dilakukannya setiap hari sepanjang tahun. Oleh sebab itu selain berjualan durian, dia juga merintis usaha lainnya, yakni giling padi serta pembuatan bata merah.

“Sekarang kedua usahaku itu juga masih bertahan, hasilnya juga lumayan. Meski hasilnya lumayan, setiap musim durian datang aku pasti berjualan durian dan kedua usahaku itu dikelola oleh anakku. Karena berjualan durian itu sangat laris dan menguntungkan. Dalam sehari saja aku bisa mendapatkan keuntungan bersih sekitar Rp 2 juta sehari,” ujarnya sambil mengikat durian yang mulai pecah menggunakan rafia.

Pria yang asal Mayong, Jepara, itu mengungkapkan, mulai berjualan durian di Kudus sekitar lima tahun yang lalu. Sedangkan sebelumnya, dia dan istrinya menjajakan durian di Jepara. Dia mengatakan, selama berjualan di Kudus setiap hari dirinya membawa sekitar 500 buah durian dari berbagai jenis dan ukuran, dan jumlah tersebut pasti habis dalam sehari. Bahkan saat akhir pekan penjualannya bisa lebih laris karena durian dengan jumlah yang sama bisa habis terjual setengah hari.

Dia menuturkan, durian yang dijualnya tersebut lumayan murah dibanding yang lainnya. Bahkan ada beberapa para pedagang durian di Kudus yang membeli darinya untuk dijual kembali. Kemudian Peno pun merinci harga durian yang dijualnya. Untuk buah durian jenis biasa dijualnya Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu perbuah. Durian jenis sukun dihargai Rp 50 ribu per buah serta Durian Petruk dijualnya Rp 100 ribu per buah.

“Selain murah, durian yang kami jual dijamin manis dan sudah matang serta bergaransi. Jika ada pembeli durianku dan rasanya tidak manis, atau mungkin juga kurang matang silahkan bawa kesini lagi pasti akan kami ganti dengan durian yang baru,” ungkap pria yang sudah dikaruniai empat anak tersebut.

Tinggalkan Balasan

20,013FansSuka
13,439PengikutMengikuti
4,320PengikutMengikuti
8,940PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler

Perajin Miniatur Menara Kudus Kewalahan Penuhi Permintaan Pasar

BETANEWS.ID, KUDUS - Suara mesin kompresor terdengar di sebuah rumah di Desa Bacin RT 08 RW 03, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Seorang...

300 Kontainer Briket Arang Asal Jateng Setiap Bulannya Diekspor ke Penjuru Dunia

BETANEWS.ID, SEMARANG – Dalam sebulan, tidak kurang dari 300 kontainer briket arang asal Jateng diekspor ke berbagai penjuru dunia. Di mana, untuk...

Pelajar MAN 1 Kudus Buat Plastik Bisa Dimakan, Raih Medali Emas di Malaysia

BETANEWS.ID, KUDUS - Dua remaja perempuan mengenakan jilbab berwarna putih tampak sedang membuat edible film di ruangan Labotarorium Kimia, Madrasah Aliyah Negeri...

Tak Patah Arang Kalah Bersaing, Parman Banting Setir dari Usaha Gypsun ke Ornamen Rumah

BETANEWS.ID,KUDUS - Seorang pria mengenakan kaus putih tampak membersihkan tumpukan ornamen yang ada di depan sebuah rumah. Dia yakni Suparman (60), pemilik...

Awalnya Produk Spring Bed Rusbandi Sering Ditolak Toko, Sekarang Justru Diburu Konsumen

BETANEWS.ID,KUDUS - Di sebuah halaman sebuah rumah tampak tiga pria sedang memotong dan merakit kayu untuk dibuat kasur. Satu di antaranya yakni...

Dimas, Penyandang Down Syndrome Curhat ke Ganjar Soal Potongan Rambutnya

BETANEWS.ID, SEMARANG – Didampingi ibunya, Detty Supriastuti, Dimas Adi Saputra tampak malu-malu saat bertemu orang nomor satu di Jawa Tengah, Ganjar Pranowo....

Ganjar Minta Calon Jemaah Umrah yang Gagal Berangkat Akibat Kebijakan Arab Saudi Tidak Dipungut Biaya Tambahan

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta Kementerian Agama (Kemenag) Jateng gencar melakukan sosialisasi, termasuk memastikan calon jemaah umrah tidak...