24.4 C
Kudus
Senin, Februari 17, 2020
Beranda Ekonomi Guru TPQ TBS...

Guru TPQ TBS Ini Nyambi Berjualan Es, Omzet Sehari Rp 4,5 Juta

SEPUTARKUDUS.COM, KAJEKSAN – Di tepi Jalan KH Turaichan Adjhuri Kelurahan kajeksan, Kecamatan Kota, Kudus, tampak beberapa motor terparkir di depan sebuah kios. Di dalamnya terlihat ramai pembeli sedang mengantre. Di sudut lain tampak seorang perempuan berjilbab abu-abu senantiasa menyapa orang datang ke warungnya. Perempuan tersebut bernama Qurrotu Ainy (34), pemilik Syafa Ice.

Di sela aktivitasnya tersebut, perempuan yang akrab disapa Eny itu sudi berbagi kisah kepada Seputarkudus.com tentang usahanya tersebut. Dia mengungkapkan, Syafa Ice menjual aneka macam minuman es. Dan sejak ada menu baru sekitar dua bulan lalu, yakni Mangow Wow, omzetnya naik. Sebelum ada Mango Wow, dia hanya mampu mendapatkan omzet sekitar Rp 2,5 juta sehari, sekarang omzetnya naik menjadi Rp 4,5 juta sehari.

Baca juga: Wow, Beli Minuman di Warung Ini Bisa Dapat Samsung Galaxy J2 Prime

“Kalau aku hitung-hitung, sejak ada menu Mangow Wow omzetnya naik sekitar 80 persen. Dan dua pekan lalu kami juga menyediakan menu baru yakni Sop Duren yang juga sangat diminati banyak pembeli,” ungkap perempuan yang berprofesi jadi guru tersebut.

Perempuan warga Kelurahan kajeksan, Kecamatan Kota, Kudus itu menuturkan, menjadi guru sejak tahun 2004. Kini dirinya mengajar di tiga tempat, yakni Ponpes Yanbu’ul Qur’an, SD Nawakartika, dan Madrasah TPQ TBS.

Eny mulai membuka Syafa Ice sejak tahun 2013. Menurutnya, ide tersebut muncul karena dirinya gemar minum es jus buah. Karena kegemarannya tersebut, terlintas dibenaknya untuk membuka usaha sampingan, yakni berjualan aneka jenis es.

“Saat itu memang pikirku daripada membeli es jus terus, kan mending berjualan sekalian. Karena saat itu aku juga seorang guru jadi aku mengerjakan satu orang karyawan untuk melayani pembeli. Dan nama Syafa yang berarti pertolongan aku pilih untuk nama usahaku, dengan harapan agar senantiasa diberi pertolongan oleh Allah SWT,” terangnya.

Perempuan yang sudah dikaruniai dua orang anak tersebut bersyukur, Syafa Ice kini sudah memiliki banyak pelanggan. Bahkan menurutnya, sejak ada dua menu minuman baru, pelanggannya tidak hanya datang dari Kudus, tapi juga ada juga yang datang dari daerah tetangga yakni, Semarang, Jepara, Pati, serta Demak.

“Sejak ada Mangow dan sop duren memang pelangganku makin banyak. Sekarang karyawanku ada lima orang yang aku bagi menjadi dua sift kerja. Warung saya buka mulai pukul 07.00 WIB hingga 21.00 WIB. Selain itu di Sayafa Ice juga ada fasilitas wifi gratis, jadi para pembeli bisa satai minum es sambil ngenet,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

- Advertisment -
19,899FansSuka
13,468PengikutMengikuti
4,320PengikutMengikuti
8,850PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler

Pria Asal Mayong Ini Berjualan Durian di Kudus, Keuntungan Bersih Rp 2 Juta Sehari

SEPUTARKUDUS.COM, GETAS PEJATEN - Di tepi barat jalan tepatnya di depan Graha Mustika Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, kudus tampak sebuah mobil bak terbuka...

Gebyok Khas Kudus Buatan Warga Undaan Tengah Ini Dijual Ratusan Juta

SEPUTARKUDUS.COM, JETIS KAPUAN - Tiga orang tampak sedang sibuk di dalam tempat usaha pembuatan gebyok ukir bernama Gong Sekaten, di tepi Jalan Kudus–Purwodadi, Desa...

Lulusan STAIN Kudus Ini Buat Sate Surimi, Buka Franchise di Beberapa Kota

SEPUTARKUDUS.COM, GONDOSARI - Di tepi Jalan PR Sukun, tepatnya di halaman Alfamart seberang lapangan tenis Sukun Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kudus, tampak gerobak lengkap...

Usaha Pembuatan Gebyok Khas Kudus Dirintis Malikan Sejak Masih Lajang

SEPUTARKUDUS.COM, JETIS KAPUAN - Di tepi timur Jalan Kudus-Purwodadi, tepatnya di Desa Jetis Kapuan, Kecamatan Jati, Kudus, tampak sebuah bangunan beratap seng. Di dalam...

Tak Ingin Lama Berdamai dengan Keputusasaan karena Bercerai, Zun Bangkit Dirikan Annisa Collection

SEPUTARKUDUS.COM, TANJUNG KARANG - Suara bising mesin jahit terdengar saat memasuki pelataran rumah tembok bercat hijau di tepi Gang Kresna, Desa Tanjung Karang, Kecamatan...