24.4 C
Kudus
Senin, Februari 17, 2020
Beranda Ekonomi Setelah Ganti Merek...

Setelah Ganti Merek Gabungan Nama Anaknya, Usaha Tas Milik Ngatman Berkembang Pesat

SEPUTARKUDUS.COM, LORAM WETAN – Beberapa orang tampak sedang sibuk di dalam rumah yang berada di Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kudus. Mereka tampak berbagi tugas, ada yang menjahit, ada yang menggambar pola tas serta memotongnya. Di ruangan lain terlihat tumpukan tas sesuai bentuk. Tas tersebut yakni tas merek Chosagie, yang namanya merupakan singkatan nama depan empat anak Ngatman (51), pemilik usaha pembuatan tas tersebut.

Amin Sutanto, (35) pengelola usaha, yang juga menatu Ngatman, sudi berbagi penjelasan kepada Seputarkudus.com tentang merek Chosagie. Anto, begitu dia akrab disapa, menuturkan, kata Chosagie diambil dari nama keempat anak mertuanya.

Baca juga: Tas Chosagie, Tas Sekolah Legendaris dari Loram Wetan yang Dikenal di Jateng dan Jatim

“Chosagie itu diambil dari nama kesemua anak mertuaku. Cho itu Cholik nama anak pertama mertuaku. Kemudian Sa itu dari nama istriku dan adiknya yakni Dwi Purnama Sari dan adiknya Febriana Permata Sari. Jadi Sa itu aslinya Sari. Sedangkan Gie itu dari kata Ragiel anak bungsu bapak Ngatman,” jelasnya, saat ditemui beberapa waktu lalu.

Pria yang masih tinggal bersama mertuanya itu mengatakan, sebelum diberi merek Chosagie, tas produksi usaha yang dia kelola beberapa kali sudah berganti-ganti merek. Hal tersebut tak lepas dari lika-liku perjalanan merintis usaha. Selain itu juga terkadang ada sebuah kejadian yang merugikan usaha bapak dari istrinya tersebut dan terpaksa harus mengganti merk agar lebih hoki.

Dia menuturkan, bahkan sebelum diberi merek Chosagie pernah mertuanya beberapa kali ditipu orang. Tak jarang pula uang pembayaran tas dibawa lari sales yang memasarkan tas hasil produksi mertuanya. Setelah keempat anaknya, lahir kemudian Ngatman berinisiatif memberikan merek tas hasil produksinya dengan Chosagie.

“Dari cerita mertuaku, Alhamdulillah sejak diberi merk Chosagie yang merupakan berasal dari nama keempat anaknya tersebut, usaha mertuku lumayan berkembang. Selain anugrah, keempat anaknya tersebut seolah hoki bagi usaha mertuaku,” ungkapnya.

Pria yang baru dikaruniai satu anak itu menuturkan, kini untuk pemasaran tas Chosagie tidak dipercayakan pihak ketiga ataupun sales. Jadi sekarang semua pemasaran dihandel oleh mertuanya sendiri dan mertuanya tersebut mendatangi langsung para pedagang yang berada di pasar. Begitu juga dengan pembayarannya. Semua pembayaran langsung diurusi sama mertuanya dengan sistem cash, ada barang ada uang.

Dia menuturkan, Tas Chosagie hasil produksi mertuanya kini sudah didistribusikan ke beberapa pasar di beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Untuk Jawa Tengah, Selain di Kudus, Semarang, Solo juga didistribusikan ke Pekalongan dan sekitarnya. Sedangkan di Jawa Timur, Tas Chosagie sudah terdistribusi ke Surabaya, Gresik, Malang, Bojonegoro, dan beberapa daerah lainnya.

Menurutnya, sekali pengiriman kesatu daerah bisa sampai ratusan  lusin. “Semoga saja kedepannya Tas Chosagie bisa merambah pasar lebih luas lagi. Tidak hanya di Jawa melainkan juga diminati hingga pulau seberang,” harapnya.

Tinggalkan Balasan

- Advertisment -
19,899FansSuka
13,468PengikutMengikuti
4,320PengikutMengikuti
8,850PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler

Pria Asal Mayong Ini Berjualan Durian di Kudus, Keuntungan Bersih Rp 2 Juta Sehari

SEPUTARKUDUS.COM, GETAS PEJATEN - Di tepi barat jalan tepatnya di depan Graha Mustika Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, kudus tampak sebuah mobil bak terbuka...

Gebyok Khas Kudus Buatan Warga Undaan Tengah Ini Dijual Ratusan Juta

SEPUTARKUDUS.COM, JETIS KAPUAN - Tiga orang tampak sedang sibuk di dalam tempat usaha pembuatan gebyok ukir bernama Gong Sekaten, di tepi Jalan Kudus–Purwodadi, Desa...

Lulusan STAIN Kudus Ini Buat Sate Surimi, Buka Franchise di Beberapa Kota

SEPUTARKUDUS.COM, GONDOSARI - Di tepi Jalan PR Sukun, tepatnya di halaman Alfamart seberang lapangan tenis Sukun Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kudus, tampak gerobak lengkap...

Usaha Pembuatan Gebyok Khas Kudus Dirintis Malikan Sejak Masih Lajang

SEPUTARKUDUS.COM, JETIS KAPUAN - Di tepi timur Jalan Kudus-Purwodadi, tepatnya di Desa Jetis Kapuan, Kecamatan Jati, Kudus, tampak sebuah bangunan beratap seng. Di dalam...

Tak Ingin Lama Berdamai dengan Keputusasaan karena Bercerai, Zun Bangkit Dirikan Annisa Collection

SEPUTARKUDUS.COM, TANJUNG KARANG - Suara bising mesin jahit terdengar saat memasuki pelataran rumah tembok bercat hijau di tepi Gang Kresna, Desa Tanjung Karang, Kecamatan...