31 C
Kudus
Kamis, Mei 28, 2020
Beranda Fashion Tak Hanya Laris...

Tak Hanya Laris di Dalam Negeri, Sarung Instan Haidar Beberapa Kali di Ekspor Ke Luar Negeri

SEPUTARKUDUS.COM, BAKALAN KRAPYAK – Di RT 2, RW 4 Desa Bakalan Krapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kudus tampak sebuah rumah berwarna krem. Di ruang tengah rumah tersebut tampak beberapa lemari kaca, lemari rak kayu, dan puluhan sarung instan yang tersusun di lantai. Rumah tersebut merupakan milik Kurniati  Setyaningsih (43) sekaligus pemilik Ghaida Collection yang memproduksi sarung instan dan pernah beberapa kali dikirim ke luar negeri.

Kepada seputarkudus.com Nia begitu dia akrab disapa sudi berbagi penjelasannya tentang produk sarung instan yang pernah dipesan hingga manca negara tersebut. Dia mengungkapkan, sejak merintis usaha dan diberi nama Ghaida Collection yang memproduksi mukena pada tahun 2010. Kemudian pada setahun kemudian, dia mengaku mulai mengembagkan usahanya dengan memproduksi sarung instan.

“Produksi sarung instan milikku yang aku beri merk Haidar langsung booming di pasaran. Bahkan beberapa kali Sarung merk Haidar dikirim ke luar negeri. Pertama pada tahun 2012 aku mengirim ke Qatar sebanyak tiga kodi yang berisi 60 pcs sarung instan, kemudian ke Malaysia dan Singapura. Untuk kedua negara terakhir aku tidak tahu pasti jumlahnya karena yang mengirim ke sana agen penjualan Sarung Instan Haidar,” ujarnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Warga Desa Bakalan Krapyak, Kaliwungu, Kudus itu mengungkapkan, penjualan aneka produk dari Ghaida Collection termasuk Sarung Instan Haidar memang dipercayakan kepada agen penjualan. Bahkan sekarang, kata dia Ghaida Collection mempunyai 20 agen penjualan dan setiap agennya mempunyai ratusan reseller yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dia menuturkan, Sarung Instan Haidar memang diminati banyak orang dan sekarang menjadi trend setter. Selain laku di manca negara, sarung instan produksi Ghaida Collection juga sangat laris di dalam negeri. Menurutnya, sarung instan produksinya sudah terdistribusi dari sabang sampai merauke . “Pokoknya dari indonesia timur hingga barat dan dari ujung utara sampai selatan,” ungkapnya.

Perempuan yang sudah dikaruniai empat anak itu menuturkan, bahkan saking larisnya para agennya tersebut ada yang setiap dua hari sekali membeli Sarung Instan Haidar di rumahnya. Para agennya tersebut setiap mengambil Sarung Instan Haidar minimal 20 kodi atau 400 pcs, dengan pembayaran cash. Menurutnya, Sarung Instan Haidar tersedia dengan berbagai ukuran dari untuk anak usia dua tahun hingga dewasa.

Dia mengaku, selama Ramadan ini permintaan sarung instan yang diberi merk sesuai nama anaknya nomer dua itu meningkat luar biasa. Bahkan sarung instan yang diproduksi saat Ramadan merupakan pesanan para agen. Menurutnya, selama Ramadan ini Ghaida Collection mampu memproduksi sekitar 300 pcs Sarung Instan Haidar sehari. “Tapi ya itu semua produksi tersebut merupakan pesanan semua,” jelasnya.

Dia mengkisahkan, awal membuat sarung instan karena putra keduanya yang bernama Muhammad Yusuf Haidar itu setiap mengenakan sarung pasti kedodoran. Karena itulah dia mengaku membuat sarung instan agar anaknya tersebut agar sarungnya tida kedodoran. Dia mengaku bersukur hasil karyanya tersebut laris dipasaran. Meskipun sekarang banyak yang meniru tapi dia yakin usaha bisa ditiru tapi rejeki Allah yang ngatur.

“Dengan banyak yang meniru tersebut aku selalu berinovasi agar produk sarung instanku tetap jadi best seller. Kini Sarung Instan Haidar kualitasnya aku tingkatkan dengan kualitas kain terbaik, sarung juga aku beri bordir aneka gambar kartun dan lainnya biar makin diminati. Sekarang aku juga berinovasi dengan membuat sarung instan model celana,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

23,592FansSuka
13,351PengikutMengikuti
4,305PengikutMengikuti
12,024PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler

Penjualan Mobil di Bursa Mobil Bekas Kudus Turun Drastis

BETANEWS.ID, KUDUS - Di tepi selatan Jalan Dewi Sartika, Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kudus tampak ratusan mobil berjejer rapi. Mobil dengan berbagai...

Kisah Mas’ud, Tukang Pijat yang Sukses Jadi Kades Ploso

BETANEWS.ID, KUDUS - Balai Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, siang itu tampak ramai. Beberapa orang terlihat berbincang-bincang di kursi-kursi yang ditempatkan...

Tak Ingin Berpangku Tangan, Pria Difabel Ini Rintis Usaha Pembuatan Jok

BETANEWS.ID, KUDUS – Di Dukuh Sunten RT 06 RW 05, Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, tampak sebuah bangunan beratap asbes. Di...

Sempat Diremehkan, Budi Daya Jamur Tiram Ali Mustofa Kini Siap Ekspor ke China dan Korea

BETANEWS.ID, PATI - Serbuk kayu bercampur kapur bertaburan di sekitar tempat budi daya jamur tiram milik Ali Mustofa (36) di Desa Ngembes,...

Lahir di Keluarga Sederhana, Haryanto Kecil Harus Cari Rumput untuk Ditukar dengan Nasi

BETANEWS.ID, KUDUS – Di pojok garasi Perusahaan Otobus (PO) Haryanto yang berada di Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus tampak sebuah...

Ganjar: New Normal Belum Bisa Diterapkan Dalam Waktu Dekat

BETANEWS.ID, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menyatakan new normal atau kenormalan baru belum bisa diterapkan dalam waktu dekat. Syarat...

Kayla, Model Cilik Asal Kudus Go Internasional

BETANEWS.ID, KUDUS – Kawasan Perumahan Muria Indah II, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, tampak cukup lengang siang itu. Tak terkecuali rumah warna hijau,...