31 C
Kudus
Senin, September 21, 2020
Beranda Wisata Di Batialit Tak...

Di Batialit Tak Ada Menara Pandang, Fitriyani Ajak Temannya Ke Bukit Nggeneng Rahtawu

SEPUTARKUDUS.COM, RAHTAWU – Bangunan tujuh meter berbahan bambu tampak berdiri kokoh di Bukit Nggeneng  Dukuh Jambu Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kudus. Bangunan yang terdiri dari tiga lantai terlihat ramai digunakan sejumlah orang untuk berswafoto. Para pengagum panorama alam tersebut juga tak melewatkan rumah pohon tak jauh darigardu pandang tersebut, untuk mendapatkan foto terbaik dari ketinggian sembilan meter.

Kepada Seputarkudus.com, pengunjung Bukit Nggeneng, Fitriyani (19) sudi berbagi penjelasan dan kesan tentang lokasi wisata di ujung utara Kudus tersebut. Dia mengatakan, lokasi bukit berada sekitar 800 meter dari Kantor Kepala Desa Rahtawu. Dengan menaiki motor, dirinya harus melewati jalur aspal menanjak menuju bukit. Ketika sampai di lokasi, dia mengaku kagum dengan suasana alam Desa Rahtawu yang indah. Dia bisa melihat rimbunan pepohonan dan keindahan bukit-bukit Pegunungan Muria.

“Tempatnya bagus unik, menarik dan alamnya indah. Di Batealit (Jepara) tidak ada,” ungkapnya saat ditemui di lokasi beberapa waktu lalu.

Fitriyani bersama lima temannya datang dari dari Batealit, Jepara. Dia mengungkapkan, di daerahnya belum tersedia wisata menara pandang. Menurutnya, yang sudah ada yakni di antaranya wisata hutan pinus dan air terjun. Karena sedang ramai dibincangkan di sosial media, dirinya ingin mencoba sensasi berwisata menara pandang di Bukit Nggeneng Rahtawu. “Ya biasa anak muda. Kami mencari yang sedang ngehits,” tuturnya sambil tertawa.

Menurutnya, selama berada di atas gardu pandang, dia ingin berlama-lama menikmati indahnya alam Rahtawu. Selain udaranya yang sejuk, lokasinya pun jauh dari bisingnya lalu lalang kehidupan perkotaan. Fitriyani mengaku baru pertama kali datang ke Rahtawu. Jika ada kesempatan dirinya akan datang kembali untuk menikmati indahnya alam Rahtawu.

“Memang niatnya ke sini (Bukit Nggeneng Rahtawu). Tadi  ceritanya  kita sempat kesasar ke arah Puncak Songolikur,” tambahnya.

Sementara itu, pengelola wisata Bukit Nggeneng Rahtawu Agus Siswanto mengungkapkan, wisata Bukit Nggeneng Rahtawu mulai rancangnya satu bulan yang lalu. Sebenarnya hingga sekarang fasilitas wisata yang disediakan belum lengkap sesuai perencanaan. Namun karena ada beberapa yang sudah jadi, para wisatawan sudah berbondong-bondong untuk berkunjung. “Ini sebenarnya belum selesai semua. Pas pembangunan menara pandang saja sudah ada yang ingin naik untuk berselfie (swafoto),” ungkapnya.

Diakuinya hal tersebut setelah foto pembangunan menara pandang diunggahnya di akun sosial media. Setelah itu, banyak pengunjung yang datang untuk berfoto. Agus menjelaskan, saat ini di Bukit Nggeneng Rahtawu terdapat menara pandang setinggi tujuh meter, rumah pohon setinggi enam meter dan rumah Masha yang berada di atas pohon berukuran 2,25 meter x 2,5 meter.

“Sebenarnya nama Rumah Masha itu yang memberi nama pengunjung sendiri. Kalau kami dulu beri nama Rumah Pohon Beratap. Namun ya sudahlah ikut keinginan pengunjung saja. Alasannya sih rumahnya sama milik Masha dalam serial kartun Masha and The Bear,” jelasnya.

Selain itu, juga sudah ada flying fox dan camping ground. Menurutnya, untuk flying fox sejauh 35 meter bersifat sementara saja. Nantinya flying fox akan dirubah sejauh 60 meter dengan perekat antarpohon besar. Dan tempat yang semula flying fox akan menjadi fly hammock. “Untuk toilet sudah ada. Ini kami baru mengecor pembangunan kafe,” tambahnya.

Agus melanjutkan, tema wisata yang diberinya nama The View of Bukit Nggeneng menurutnya tidak hanya memberikan konsep wisata swafoto saja, melainkan wisata aktivitas. Dia melanjutkan, wisata yang dikelola secara swadaya menurutnya akan dibuatkan lokasi outbond. Selain itu, juga ada homestay yang lokasinya masih satu komplek di Bukit Nggeneng.

“Untuk biaya masuknya Rp 5 ribu. Pengunjung bisa swafoto sepuasnya di lokasi wisata. Namun untuk flying fox kita kenakan biaya sendiri Rp 10 ribu,” jelasnya.

Imam Arwindra
Imam Arwindrahttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sejak awal ikut terlibat dalam pembentukan Seputarkudus.com, cikal bakal Betanews.id.

Tinggalkan Balasan

25,936FansSuka
13,322PengikutMengikuti
4,293PengikutMengikuti
19,146PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler

Viral dan Bikin Penasaran, Ini Tempat Jual Odading di Kudus yang Sudah Laris Sejak 90an

BETANEWS.ID, KUDUS - Di tepi Jalan Johar, Kelurahan Wergu Kulon, Kecamatan Kota Kudus, tampak seorang perempuan berjilbab sedang melayani pelanggan. Dia terlihat...

Harganya Cocok untuk Orang Kudus, Kopi Rata Kiri Memang Bikin Betah Saat Nongkrong

BETANEWS.ID, KUDUS - Lampu filamen kuning terlihat berpendar di sekitar Kopi Rata Kiri, di Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, sore...

Gowes Ngehits, Bengkel Serba Bisa Milik Kaozan Kebanjiran Orderan Bikin Motor Sepeda

BETANEWS.ID, KUDUS - Suasana Jalan Kudus - Purwodadi siang itu tampak ramai. Suara bising kendaraan lewat seolah menutup suara raungan mesin gerinda...

Bisa Tingkatkan Imun Tubuh, Konsumsi Buah Nasional Meningkat Sejak Pandemi

Penulis: Sumardi Dosen Program Studi Teknologi Pangan, Unika Soegijapranata Pandemi...

Disaingi Bata Ringan, Burngawi Resah Bata Merahnya Susah Laku

BETANEWS.ID, KUDUS – Teriknya matahari seperti tak pernah menyurutkan semangat dua orang di area lahan pembuatan bata merah, Desa Jepang Pakis, Kecamatan...

Dua Pabrik Tahu Ditutup, Pengusaha : ‘Saya Tidak Langsung Stop, Masih Berpatokan Pada Berita Acara’

BETANEWS.ID, KUDUS - Di luar Balai Desa Pasuruhan Kidul, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, sekitar 60 warga terdengar berorasi meminta pabrik tahu di...

Serba Bisa, Bengkel Spesialis Kustom Legendaris di Kudus Sejak 1985

BETANEWS.ID, KUDUS - Dua orang pria terlihat sibuk di bengkel yang berada di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Dua orang...