25 C
Kudus
Sabtu, Februari 29, 2020
Beranda Wisata Di Batialit Tak...

Di Batialit Tak Ada Menara Pandang, Fitriyani Ajak Temannya Ke Bukit Nggeneng Rahtawu

SEPUTARKUDUS.COM, RAHTAWU – Bangunan tujuh meter berbahan bambu tampak berdiri kokoh di Bukit Nggeneng  Dukuh Jambu Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kudus. Bangunan yang terdiri dari tiga lantai terlihat ramai digunakan sejumlah orang untuk berswafoto. Para pengagum panorama alam tersebut juga tak melewatkan rumah pohon tak jauh darigardu pandang tersebut, untuk mendapatkan foto terbaik dari ketinggian sembilan meter.

Kepada Seputarkudus.com, pengunjung Bukit Nggeneng, Fitriyani (19) sudi berbagi penjelasan dan kesan tentang lokasi wisata di ujung utara Kudus tersebut. Dia mengatakan, lokasi bukit berada sekitar 800 meter dari Kantor Kepala Desa Rahtawu. Dengan menaiki motor, dirinya harus melewati jalur aspal menanjak menuju bukit. Ketika sampai di lokasi, dia mengaku kagum dengan suasana alam Desa Rahtawu yang indah. Dia bisa melihat rimbunan pepohonan dan keindahan bukit-bukit Pegunungan Muria.

“Tempatnya bagus unik, menarik dan alamnya indah. Di Batealit (Jepara) tidak ada,” ungkapnya saat ditemui di lokasi beberapa waktu lalu.

Fitriyani bersama lima temannya datang dari dari Batealit, Jepara. Dia mengungkapkan, di daerahnya belum tersedia wisata menara pandang. Menurutnya, yang sudah ada yakni di antaranya wisata hutan pinus dan air terjun. Karena sedang ramai dibincangkan di sosial media, dirinya ingin mencoba sensasi berwisata menara pandang di Bukit Nggeneng Rahtawu. “Ya biasa anak muda. Kami mencari yang sedang ngehits,” tuturnya sambil tertawa.

Menurutnya, selama berada di atas gardu pandang, dia ingin berlama-lama menikmati indahnya alam Rahtawu. Selain udaranya yang sejuk, lokasinya pun jauh dari bisingnya lalu lalang kehidupan perkotaan. Fitriyani mengaku baru pertama kali datang ke Rahtawu. Jika ada kesempatan dirinya akan datang kembali untuk menikmati indahnya alam Rahtawu.

“Memang niatnya ke sini (Bukit Nggeneng Rahtawu). Tadi  ceritanya  kita sempat kesasar ke arah Puncak Songolikur,” tambahnya.

Sementara itu, pengelola wisata Bukit Nggeneng Rahtawu Agus Siswanto mengungkapkan, wisata Bukit Nggeneng Rahtawu mulai rancangnya satu bulan yang lalu. Sebenarnya hingga sekarang fasilitas wisata yang disediakan belum lengkap sesuai perencanaan. Namun karena ada beberapa yang sudah jadi, para wisatawan sudah berbondong-bondong untuk berkunjung. “Ini sebenarnya belum selesai semua. Pas pembangunan menara pandang saja sudah ada yang ingin naik untuk berselfie (swafoto),” ungkapnya.

Diakuinya hal tersebut setelah foto pembangunan menara pandang diunggahnya di akun sosial media. Setelah itu, banyak pengunjung yang datang untuk berfoto. Agus menjelaskan, saat ini di Bukit Nggeneng Rahtawu terdapat menara pandang setinggi tujuh meter, rumah pohon setinggi enam meter dan rumah Masha yang berada di atas pohon berukuran 2,25 meter x 2,5 meter.

“Sebenarnya nama Rumah Masha itu yang memberi nama pengunjung sendiri. Kalau kami dulu beri nama Rumah Pohon Beratap. Namun ya sudahlah ikut keinginan pengunjung saja. Alasannya sih rumahnya sama milik Masha dalam serial kartun Masha and The Bear,” jelasnya.

Selain itu, juga sudah ada flying fox dan camping ground. Menurutnya, untuk flying fox sejauh 35 meter bersifat sementara saja. Nantinya flying fox akan dirubah sejauh 60 meter dengan perekat antarpohon besar. Dan tempat yang semula flying fox akan menjadi fly hammock. “Untuk toilet sudah ada. Ini kami baru mengecor pembangunan kafe,” tambahnya.

Agus melanjutkan, tema wisata yang diberinya nama The View of Bukit Nggeneng menurutnya tidak hanya memberikan konsep wisata swafoto saja, melainkan wisata aktivitas. Dia melanjutkan, wisata yang dikelola secara swadaya menurutnya akan dibuatkan lokasi outbond. Selain itu, juga ada homestay yang lokasinya masih satu komplek di Bukit Nggeneng.

“Untuk biaya masuknya Rp 5 ribu. Pengunjung bisa swafoto sepuasnya di lokasi wisata. Namun untuk flying fox kita kenakan biaya sendiri Rp 10 ribu,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

20,013FansSuka
13,439PengikutMengikuti
4,320PengikutMengikuti
8,940PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler

Perajin Miniatur Menara Kudus Kewalahan Penuhi Permintaan Pasar

BETANEWS.ID, KUDUS - Suara mesin kompresor terdengar di sebuah rumah di Desa Bacin RT 08 RW 03, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Seorang...

300 Kontainer Briket Arang Asal Jateng Setiap Bulannya Diekspor ke Penjuru Dunia

BETANEWS.ID, SEMARANG – Dalam sebulan, tidak kurang dari 300 kontainer briket arang asal Jateng diekspor ke berbagai penjuru dunia. Di mana, untuk...

Pelajar MAN 1 Kudus Buat Plastik Bisa Dimakan, Raih Medali Emas di Malaysia

BETANEWS.ID, KUDUS - Dua remaja perempuan mengenakan jilbab berwarna putih tampak sedang membuat edible film di ruangan Labotarorium Kimia, Madrasah Aliyah Negeri...

Tak Patah Arang Kalah Bersaing, Parman Banting Setir dari Usaha Gypsun ke Ornamen Rumah

BETANEWS.ID,KUDUS - Seorang pria mengenakan kaus putih tampak membersihkan tumpukan ornamen yang ada di depan sebuah rumah. Dia yakni Suparman (60), pemilik...

Awalnya Produk Spring Bed Rusbandi Sering Ditolak Toko, Sekarang Justru Diburu Konsumen

BETANEWS.ID,KUDUS - Di sebuah halaman sebuah rumah tampak tiga pria sedang memotong dan merakit kayu untuk dibuat kasur. Satu di antaranya yakni...

Dimas, Penyandang Down Syndrome Curhat ke Ganjar Soal Potongan Rambutnya

BETANEWS.ID, SEMARANG – Didampingi ibunya, Detty Supriastuti, Dimas Adi Saputra tampak malu-malu saat bertemu orang nomor satu di Jawa Tengah, Ganjar Pranowo....

Ganjar Minta Calon Jemaah Umrah yang Gagal Berangkat Akibat Kebijakan Arab Saudi Tidak Dipungut Biaya Tambahan

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta Kementerian Agama (Kemenag) Jateng gencar melakukan sosialisasi, termasuk memastikan calon jemaah umrah tidak...