31 C
Kudus
Senin, September 21, 2020
Beranda Kudus Mukhlisin Dikejar-Kejar Usai...

Mukhlisin Dikejar-Kejar Usai Memberi Sedekah pada Seorang Pengemis di Menara

SEPUTARKUDUS.COM, MENARA – Puluhan peziarah terlihat berbondong-bondong berjalan melewati sisi timur Menara Kudus. Mereka melewati sejumlah pedagang dan beberapa becak yang diparkir. Selain itu, peziarah juga menjumpai sejumlah pengemis yang berada di sepanjang jalan menuju Makam Sunan Kudus. Tak hanya itu, beberapa anak kecil juga tampak meminta-minta di dalam kawasan parkir depan Tajug.

Mukhsin (29), adalah satu di antara peziarah yang datang dari Gombong, Kebumen. Dia datang bersama 65 orang dari desanya. Dia mengaku terganggu dengan keberadaan para pengemis. Hal tersebut diungkapkannya kepada Seputarkudus.com, setelah dirinya selesai berziarah dari Makam Sunan Kudus.

Bahkan, kata Mukhlisin, dia mengaku sempat dikejar beberapa pengemis. Hal tersebut bermula saat dirinya memberikan uang kepada seorang pengemis. Karena diketahui pengemis lain, mereka kemudian mengejarnya untuk meminta uang. “Terganggunya kalau ngasih satu, semua temannya minta semua. Misal satu orang dikasih Rp 1.000, semua (pengemis) minta, kan repot juga,” ungkapnya saat ditemui di komplek Menara Kudus, beberapa waktu lalu.

Mukhlisin juga menjumpai pengemis yang berada di kawasan Menara Kudus meminta uang lebih dari satu kali. Menurutnya, setiap ada peziarah yang lewat di depannya langsung dimintai sedekah. Jika tidak diberi, ada yang sampai mengejar. Dirinya menyakini, para pengemis yang berada di Menara Kudus bukan asli warga sekitar. “Pengemis sekarang merantau. Mereka mencari keuntungan,” tambahnya.

Pengemis yang didominasi oleh perempuan dan anak-anak menurut Mukhlisin juga ditemui di beberapa tempat ziarah makam wali lainnya. Menurutnya, di tempat lain pengemis yang datang pun sama berasal dari luar daerah. “Susahnya kalau luar daerah, Satpol PP mengejar dan mereka lari. Namun nanti kembali lagi,” tuturnya.

Setiap tahunnya dirinya mengaku sering melakukan ziarah. Dengan berziarah ke makam-makam wali membuat hatinya merasa tentram setelah menjalani kehidupan sehari-hari. Dengan hati tentram, katanya, akan membuat ibadahnya berjalan lancar dan rezeki terbuka lebar.

Di tempat  terpisah, Humas Yayasan Masjid, Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) Deni Nur Hakim mengungkapkan, dirinya melarang pengemis untuk masuk di area komplek masjid, Menara dan Makam Sunan Kudus. Begitu juga berlaku dengan para pedagang. Menurutnya, larangan tersebut sudah disepakati oleh semua pengurus YM3SK.

“Kesepakatan dari pengurus yayasan (YM3SK) komplek ,asjid, Menara dan Makam Sunan Kudus tidak sepakat adanya pengemis dan pedagang,” tuturnya.

Menurutnya, hal tersebut akan mengganggu peziarah yang datang untuk beribadah. Dia khawatir, keberadaan pengemis dan pedagang yang berada di komplek masjid, Menara dan Makam Sunan Kudus mengakibatkan buyarnya konsentrasi peziarah yang melakukan ibadah. Apalagi dengan keberadaan pengemis.

“Sebenarnya pengemis itu orang-orang malas. Mereka banyak di luar komplek. Dan itu bukan urusan yayasan lagi, melainkan Pemkab (Pemerintah Kabupaten Kudus),” jelasnya.

Imam Arwindra
Imam Arwindrahttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sejak awal ikut terlibat dalam pembentukan Seputarkudus.com, cikal bakal Betanews.id.

Tinggalkan Balasan

25,936FansSuka
13,322PengikutMengikuti
4,293PengikutMengikuti
19,146PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler

Viral dan Bikin Penasaran, Ini Tempat Jual Odading di Kudus yang Sudah Laris Sejak 90an

BETANEWS.ID, KUDUS - Di tepi Jalan Johar, Kelurahan Wergu Kulon, Kecamatan Kota Kudus, tampak seorang perempuan berjilbab sedang melayani pelanggan. Dia terlihat...

Harganya Cocok untuk Orang Kudus, Kopi Rata Kiri Memang Bikin Betah Saat Nongkrong

BETANEWS.ID, KUDUS - Lampu filamen kuning terlihat berpendar di sekitar Kopi Rata Kiri, di Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, sore...

Gowes Ngehits, Bengkel Serba Bisa Milik Kaozan Kebanjiran Orderan Bikin Motor Sepeda

BETANEWS.ID, KUDUS - Suasana Jalan Kudus - Purwodadi siang itu tampak ramai. Suara bising kendaraan lewat seolah menutup suara raungan mesin gerinda...

Bisa Tingkatkan Imun Tubuh, Konsumsi Buah Nasional Meningkat Sejak Pandemi

Penulis: Sumardi Dosen Program Studi Teknologi Pangan, Unika Soegijapranata Pandemi...

Disaingi Bata Ringan, Burngawi Resah Bata Merahnya Susah Laku

BETANEWS.ID, KUDUS – Teriknya matahari seperti tak pernah menyurutkan semangat dua orang di area lahan pembuatan bata merah, Desa Jepang Pakis, Kecamatan...

Dua Pabrik Tahu Ditutup, Pengusaha : ‘Saya Tidak Langsung Stop, Masih Berpatokan Pada Berita Acara’

BETANEWS.ID, KUDUS - Di luar Balai Desa Pasuruhan Kidul, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, sekitar 60 warga terdengar berorasi meminta pabrik tahu di...

Serba Bisa, Bengkel Spesialis Kustom Legendaris di Kudus Sejak 1985

BETANEWS.ID, KUDUS - Dua orang pria terlihat sibuk di bengkel yang berada di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Dua orang...