30 C
Kudus
Sabtu, Februari 29, 2020
Beranda Kudus Mukhlisin Dikejar-Kejar Usai...

Mukhlisin Dikejar-Kejar Usai Memberi Sedekah pada Seorang Pengemis di Menara

SEPUTARKUDUS.COM, MENARA – Puluhan peziarah terlihat berbondong-bondong berjalan melewati sisi timur Menara Kudus. Mereka melewati sejumlah pedagang dan beberapa becak yang diparkir. Selain itu, peziarah juga menjumpai sejumlah pengemis yang berada di sepanjang jalan menuju Makam Sunan Kudus. Tak hanya itu, beberapa anak kecil juga tampak meminta-minta di dalam kawasan parkir depan Tajug.

Mukhsin (29), adalah satu di antara peziarah yang datang dari Gombong, Kebumen. Dia datang bersama 65 orang dari desanya. Dia mengaku terganggu dengan keberadaan para pengemis. Hal tersebut diungkapkannya kepada Seputarkudus.com, setelah dirinya selesai berziarah dari Makam Sunan Kudus.

Bahkan, kata Mukhlisin, dia mengaku sempat dikejar beberapa pengemis. Hal tersebut bermula saat dirinya memberikan uang kepada seorang pengemis. Karena diketahui pengemis lain, mereka kemudian mengejarnya untuk meminta uang. “Terganggunya kalau ngasih satu, semua temannya minta semua. Misal satu orang dikasih Rp 1.000, semua (pengemis) minta, kan repot juga,” ungkapnya saat ditemui di komplek Menara Kudus, beberapa waktu lalu.

Mukhlisin juga menjumpai pengemis yang berada di kawasan Menara Kudus meminta uang lebih dari satu kali. Menurutnya, setiap ada peziarah yang lewat di depannya langsung dimintai sedekah. Jika tidak diberi, ada yang sampai mengejar. Dirinya menyakini, para pengemis yang berada di Menara Kudus bukan asli warga sekitar. “Pengemis sekarang merantau. Mereka mencari keuntungan,” tambahnya.

Pengemis yang didominasi oleh perempuan dan anak-anak menurut Mukhlisin juga ditemui di beberapa tempat ziarah makam wali lainnya. Menurutnya, di tempat lain pengemis yang datang pun sama berasal dari luar daerah. “Susahnya kalau luar daerah, Satpol PP mengejar dan mereka lari. Namun nanti kembali lagi,” tuturnya.

Setiap tahunnya dirinya mengaku sering melakukan ziarah. Dengan berziarah ke makam-makam wali membuat hatinya merasa tentram setelah menjalani kehidupan sehari-hari. Dengan hati tentram, katanya, akan membuat ibadahnya berjalan lancar dan rezeki terbuka lebar.

Di tempat  terpisah, Humas Yayasan Masjid, Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) Deni Nur Hakim mengungkapkan, dirinya melarang pengemis untuk masuk di area komplek masjid, Menara dan Makam Sunan Kudus. Begitu juga berlaku dengan para pedagang. Menurutnya, larangan tersebut sudah disepakati oleh semua pengurus YM3SK.

“Kesepakatan dari pengurus yayasan (YM3SK) komplek ,asjid, Menara dan Makam Sunan Kudus tidak sepakat adanya pengemis dan pedagang,” tuturnya.

Menurutnya, hal tersebut akan mengganggu peziarah yang datang untuk beribadah. Dia khawatir, keberadaan pengemis dan pedagang yang berada di komplek masjid, Menara dan Makam Sunan Kudus mengakibatkan buyarnya konsentrasi peziarah yang melakukan ibadah. Apalagi dengan keberadaan pengemis.

“Sebenarnya pengemis itu orang-orang malas. Mereka banyak di luar komplek. Dan itu bukan urusan yayasan lagi, melainkan Pemkab (Pemerintah Kabupaten Kudus),” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

20,013FansSuka
13,439PengikutMengikuti
4,320PengikutMengikuti
8,940PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler

Perajin Miniatur Menara Kudus Kewalahan Penuhi Permintaan Pasar

BETANEWS.ID, KUDUS - Suara mesin kompresor terdengar di sebuah rumah di Desa Bacin RT 08 RW 03, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Seorang...

300 Kontainer Briket Arang Asal Jateng Setiap Bulannya Diekspor ke Penjuru Dunia

BETANEWS.ID, SEMARANG – Dalam sebulan, tidak kurang dari 300 kontainer briket arang asal Jateng diekspor ke berbagai penjuru dunia. Di mana, untuk...

Pelajar MAN 1 Kudus Buat Plastik Bisa Dimakan, Raih Medali Emas di Malaysia

BETANEWS.ID, KUDUS - Dua remaja perempuan mengenakan jilbab berwarna putih tampak sedang membuat edible film di ruangan Labotarorium Kimia, Madrasah Aliyah Negeri...

Tak Patah Arang Kalah Bersaing, Parman Banting Setir dari Usaha Gypsun ke Ornamen Rumah

BETANEWS.ID,KUDUS - Seorang pria mengenakan kaus putih tampak membersihkan tumpukan ornamen yang ada di depan sebuah rumah. Dia yakni Suparman (60), pemilik...

Awalnya Produk Spring Bed Rusbandi Sering Ditolak Toko, Sekarang Justru Diburu Konsumen

BETANEWS.ID,KUDUS - Di sebuah halaman sebuah rumah tampak tiga pria sedang memotong dan merakit kayu untuk dibuat kasur. Satu di antaranya yakni...

Dimas, Penyandang Down Syndrome Curhat ke Ganjar Soal Potongan Rambutnya

BETANEWS.ID, SEMARANG – Didampingi ibunya, Detty Supriastuti, Dimas Adi Saputra tampak malu-malu saat bertemu orang nomor satu di Jawa Tengah, Ganjar Pranowo....

Ganjar Minta Calon Jemaah Umrah yang Gagal Berangkat Akibat Kebijakan Arab Saudi Tidak Dipungut Biaya Tambahan

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta Kementerian Agama (Kemenag) Jateng gencar melakukan sosialisasi, termasuk memastikan calon jemaah umrah tidak...