Meski Omzet Tahun Lalu Menurun, Eko Tak Kapok Berjualan Vas Bunga di Dandangan

SEPUTARKUDUS.COM, DEMAAN – Di atas trotoar sebelah barat Jalan Pangeran Puger Desa Demaan, Kecamatan Kota, Kudus tampak puluhan pot dan guci berjajar rapi. Di sampingnya terlihat satu set meja kursi yang terbuat dari plastik sintetis. Di lapak beratap terpal tersebut, tampak pula seorang pria mengenakan kaus lengan panjang sedang duduk menunggu pembeli. Pria itu bernama Eko Santoso (40), penjual vas bunga, guci dan hasil mebel yang terbuat dari rotan sintetis di Tradisi Dandangan.

Eko Santoso, penjual vas bunga dan guci pada tradisi Dandangan Kudus 2017_5
Eko Santoso, penjual vas bunga dan guci pada tradisi Dandangan Kudus. Foto: Rabu Sipan

Sambil menunggu pembeli, pria yang akrab disapa Eko tersebut sudi berbagi kesan kepada Septarkudus.com tentang aktivitasnya di tradisi Dandangan. Dia mengaku berjualan di tradisi Dandangan Kudus sejak 2005. Dia berjualan aneka vas bunga dan guci. Berbeda dengan tahun sebelumnya, pada tahun ini dia juga menjual kursi dan meja yang terbuat dari rotan sintetis.

-Advertisement-

“Di Dandangan tahun ini aku memang tidak hanya menjual vas bunga serta guci saja. Aku juga menjual perabot rumah tangga yang lagi ngehit yakni meja dan kursi yang terbuat dari rotan sintetis.  Aku berharap dengan menjual perabot yang sedang ngehit tersebut bisa mendongkrak omzet di Dandangan tahun ini,” harap Eko saat ditemui di lapaknya, beberapa waktu lalu.

Pria Warga Desa Tenggeles, Kecamatan Mejobo, Kudus itu menuturkan, di Dandangan pada tahun lalu dirinya mampu meraup omzet Rp 60 juta. Selama berdagang di acara Dandangan, grafik penjualannya turun. Karena pada tahun sebelum-sebelumnya Eko pernah mendapatkan omzet hingga Rp 100 juta selama acara Dandangan berlangsung. Meski grafik penjualannya turun, tapi berjualan di Dandangan dinilai tetap efektif.

“Menurutku menjual barang dagangan saat acara Dandangan lebih efektif daripada berjualan secara online. Karena berjualan seperti ini bisa bertatap muka langsung dan calon pembeli, bisa melihat barangnya dan meneliti. Jadi tidak seolah membeli kucing dalam karung,” ujarnya.

Pria yang baru dikaruniai satu anak itu mengatakan, di Dandangan tahun ini dirinya menjual berbagai vas bunga dengan harga mulai Rp 80 ribu untuk ukuran terkecil, dan harga Rp 750 ribu untuk ukuran guci terbesar. Sedangkan untuk bunga bambu dijual Rp 5 ribu pertangkai dan bunga impor dari Tiongkok dihargai Rp 30 ribu sampai Rp 40 ribu.

Selain menjual aneka pot, dia juga menjual kursi dan meja dari bahan sintetis. Untuk kursi gantung dijual dengan harga Rp 2 juta sampai Rp 2,5  juta per pcs. Sedangkan untuk satu set meja makan dibanderol mulai Rp 2 juta dan satu set kursi tamu dijual sama dengan harga kursi gantung.

Sejak berjualan Senin (15/5/2017), dia mengaku sudah mampu menjual pulahan vas bunga dan beberapa set meja makan. Bahkan menurutnya, saat ini dirinya mendapatkan pesanan satu set meja makan dan kursi gantung yang terbuat dari rotan sintetis. Sedangkan untuk jasa pengiriman perabot yang dibeli pelanggan, misal guci dan meja dan kursi dari rotan sintetis tersebut diantar gratis sampai rumah para pembeli.

“Aku berharap di Dandangan tahun ini minat dan daya beli pengunjung tinggi. Dan semoga saja perabot yang terbuat dari rotan sintetis serta pot dan guci daganganku laris dibeli, dan aku bisa mendapatkan omzet lebih banyak dari tahun kemarin,” harapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER