SEPUTARKUDUS.COM, SIMPANG TUJUH – Ribuan siswa terlihat memadati panggung Car Free Day (CFD) kawasan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus. Mereka tampak mengenakan seragam olahraga sambil membawa buku tabungan dan kupon pada kegiatan Launching Gerakan Menabung Bagi Peserta Didik oleh Dinas Pendidikan dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Kudus. Sejumlah hadiah di antaranya sepeda terlihat sudah disiapkan.

Dari ribuan siswa PAUD, TK, SD, SMP dan SMA, tampak didominasi oleh siswa SD. Mereka terlihat menanti kupon miliknya terpilih mendapatkan hadiah. Shofian Haidar Aly, siswa SDN 1 Blimbing Kidul Kecamatan Kaliwungu, Kudus, berdiri sambil memegang buku tabungan dan kupon terlihat menatap arah panggung. Sesekali dia bersendawa dengan teman-temannya yang masih satu almamater. “Ini sedang menunggu hadiah,” tutur Haidar dengan singkat, saat berlangsungnya acara pada Minggu (14/5/2017).
Haidar menuturkan, dirinya mengaku mengikuti progam menabung sejak tanggal 23 Oktober 2016. Dia menceritakan harus menyisihkan beberapa uang sakunya untuk ditabung dalam progam tersebut. Terlihat di tabungannya terdapat nominal Rp 80 ribu yang ditabungnya selama enam kali. “Kadang tidak nabung. Tidak punya uang,” tuturnya sambil tersenyum.
Hal senada juga dinyatakan Firman, teman sekelas Haidar. Dia juga mengaku harus menyisihkan uang sakunya untuk ditabung. Dia menuturkan senang bisa menabung seperti teman-temannya. Rencana jika uang sudah berkumpul, Firman ingin membeli sebuah sepeda. “Ini baru segini uangnya,” tuturnya sambil menunjukkan isi buku tabungannya sebesar Rp 100 ribu.
Kegiatan Launching Gerakan Menabung Bagi Peserta Didik, langsung di-launcing oleh Bupati Kudus Musthofa. Tampak Kepala Disdikpora Joko Susilo, jajaran pegawai Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Logam Mulia Sejahtera, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan ribuan siswa hadir dalam kegiatan tersebut.
Menurut Sapuan, Kepala Founding KSP Logam Mulia Sejahtera, selaku mitra progam Gerakan Menabung Bagi Peserta Didik, pihaknya sudah memulai kegiatan menabung sejak Bulan September 2016. Menurutnya, terdapat 29.300 siswa yang sudah terdaftar. “Siswa tersebut dari TK, PAUD, SD, SMP dan SMA. Namun didominasi siswa SD,” tuturnya yang mengenakan kaos kerah putih.
Dia menjelaskan, sekolah yang mengikuti tidak hanya sekolah negeri saja, melainkan juga ada sekolah swasta. Tercatat terdapat 17 sekolah swasta yang mengikuti progam menabung tersebut. Pihaknya mengaku tidak memberikan angka minimal dalam menabung. Misalkan ada siswa yang ingin menabung Rp 500, pihaknya akan tetap melayani.
“Progam ini untuk melatih siswa membiasakan menabung. Jadi kami tidak memberikan besaran minimal nominal uang,” tuturnya.
Nantinya, kata Sapuan, uang yang ingin ditabungkan siswa akan dikumpulkan wali kelas masing-masing. Setelah itu, bendahara sekolah akan memberikan uang tersebut kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan di setiap kecamatan. Setiap hari Rabu, petugas dari KSP Logam Mulia Sejahtera akan mengambilnya. “Sejauh ini siswa yang ikut cukup antusias,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Kudus Musthofa mengungkapkan, tujuan meresmikan simpanan untuk pelajar supaya mendidik para pelajar di Kudus agar lebih disiplin dan membiasakan menabung sejak dini. Menurutnya, dengan menabung siswa bisa mempersiapkan masa depannya kelak.
“Dengan menabung bisa melatih dan mendidik siswa untuk persiapan masa depan. Sekolah sudah dibebaskan, SD, SMP, SMA. Walau SMA sudah diambil alih (Pemerintah Provinsi Jawa Tengah) tetap kita bebaskan,” ungkapnya.
Dia melanjutkan, uang yang berada di tabungan kelak bisa digunakan untuk melanjutkan kuliah dan pengembangan keterampilan kursus maupun yang lainnya. Musthofa berharap, anak-anak Kudus harus menjadi juara, menjadi terbaik, terpelajar dan memiliki karakter budi pekerti dan sopan santun yang baik. “Saya titipkan kepada pundak bapak ibu guru sebagai tenaga pendidik, mudah-mudahan di masa akan datang akan bisa terwujud dengan baik,” tambahnya.

