SEPUTARKUDUS.COM, GETAS PEJATEN – Sejumlah produk furnitur, elektronik dan handphone (HP) terlihat terpajang di sebuah tenda berukuran sekitar 12×4 meter. Produk ditata sesuai jenis dan mereknya. Produk itu merupakan usaha milik Wahyu Tahsi Wibowo (31), owner Podojoyonyo Group.

Kepada Seputarkudus.com, Wahyu begitu akrab disapa, sudi berbagi penjelasan terkait bazar yang dibuat untuk penjualan produknya. Dia menjelaskan, kegiatan bazar dilakukannya untuk mendekatkan diri dengan pelanggan. Dengan melakukan hal seperti itu, katanya, produk dia akan mudah dilihat dan pembeli tidak akan merasa canggung walaupun hanya sekedar melihat-lihat.
Baca juga: Awalnya Ragu, Setelah Dapat Restu Ibunya, Wahyu Tetap Nekat Buka Usaha dan Kini Sukses
“Yang pertama, pastinya biar mudah dilihat orang banyak. Kalau di toko orang mau mampir kan serba malu, mungkin takut kalau tidak jadi beli juga. Dengan melakukan bazar seperti ini, pembeli mau mampir kan tidak akan malu lagi, pelayanan juga lebih ekstra dan tentunya mindset dari bazar terkenal lebih murah,” ungkap Wahyu waktu ditemui di Jalan Ronggo Lawe, Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.
Dia mengatakan, mendirikan bazar di tempat yang tidak jauh dari komplek pertokoan Agus Salim sejak pertengahan bulan Maret 2017. Menurutnya, berkat adanya pemasaran itu, dia sekarang memiliki pelanggan hingga di eks Karesidenan Pati dan sekitarnya. Dalam sebulan, dia mengaku tak kurang dari 150 produk semua varian laku terjual. Baik dari furnitur, elektronik maupun dari handphone.
“Pelanggan saya menyeluruh wilayah Karesidenan Pati, tapi tetap yang paling dominan membeli dari Kudus, wilayah Demak juga banyak yang sering membeli ditempat saya. Ada yang membeli berupa springbad, sofa, kulkas, kasur busa, HP dan ada juga yang berupa mesin cuci. Untuk bazar, rencana selesai di bulan April,” unjar Wahyu warga Desa Gribig RT 4 RW 3, Kecamatan Gebog, Kudus.
Pria mengenakan kemeja panjang warna abu-abu lengan dilipat, menambahkan, bazar buka setiap hari mulai pukul 9.00 WIB hingga 21.00 WIB. Keunggulan toko dia dibanding dengan tempat lain yang sejenis terletak pada pelayanan yang diberikan. Menurutnya, pihak dia memberikan pelayanan berupa jasa free ongkos kirim barang bagi setiap pembeli dengan catatan jarak tempuh rumah sejauh 10 kilometer.
“Misal pembeli ingin barangnya dikirim dulu, namun pembayaran dilakukan di rumah juga bisa. Bahkan kalau tidak jadi membeli sekalipun tidak masalah bagi saya, tapi biasanya kalau seperti itu malahan tetanggnya yang nanti akan membeli,” tambah Wahyu sambil sesekali harus melayani calon pembeli yang datang.

