31 C
Kudus
Selasa, Juli 16, 2024

Fisca Tidak Pernah Share Link Berita Politik Karena Banyak Berita Bohong dan Provokatif

SEPUTARKUDUS.COM, SIMPANG TUJUH – Sejumlah orang terlihat berfoto bersama menggunakan frame di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Minggu (16/4/2017). Tepat di depan panggung kegiatan Kudus Semarak Tanpa Hoax yang diadakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kudus, masyarakat yang datang di Car Free Day (CFD) terlihat mengerumuni panggung utama. Mereka juga mendapatkan sejumlah stiker ukuran 5×4 sentimeter yang di antaranya bertuliskan ‘Berita Palsu Ojo Digugu’.

Pembagian stiker di acara Kudus Semarak Tanpa Hoax 2017_4
Pembagian stiker di acara Kudus Semarak Tanpa Hoax. Foto: Imam Arwindra

Fisca Septiyani (17), satu di antara yang mendapat stiker tersebut mengaku sangat mengapresisasi kegiatan tersebut. Dia yang datang bersama rekannya mengaku baru mengerti cara mencegah tersebarnya berita bohong. Menurutnya, selain harus membaca dulu isi berita sampai selesai, juga perlu membandingkan berita serupa di situs berita lain. Dirinya pun menuturkan punya cara tersendiri untuk mencegah pernyebarana berita hoax. Yakni tidak membagikan berita politik di akun media sosial miliknya.

-Advertisement-

 

“Saya tidak pernah share berita politik, karena pasti banyak hoax dan kebanyakan provikatif. Saya hanya share berita-berita tentang kuliner dan yang bermanfaat untuk orang lain,” jelasnya kepada Seputarkudus.com, kemarin.

Siswi Madrasah Aliyah (MA) NU Mu’allimat Kudus mengaku hanya mempunyai akun media sosial Facebook dan Instagram. Menurutnya, dengan memiliki sosial media yang sedikit juga bisa mengantisipasi tersebarnya berita palsu. “Intinya harus bijak dalam menggunakan media sosial,” tambahnya.

Ketua PWI Kudus Saiful Annas menuturkan, masyarakat hendaknya berhati-hati dalam membagikan berita melalui media sosial. Karena belum tentu berita yang beredar di benar adanya. Pengguna media sosial perlu mengkroscek dengan berita serupa di situs berita lain. “Tahun depan Kudus ada hajatan Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah). Jadi hati-hati dan jangan buru-buru di-share,” ungkapnya di sela-sela kegiatan.

Anas berharap, masyarakat bisa memahami berita mana yang layak dibagi dan yang tidak. Menurutnya, berita yang layak dibagikan yakni berita yang sudah diketahui kebenarannya dan bermanfaat bagi orang lain.

Dia memberikan tips untuk mencegah tersebarnya berita palsu. Masyarakat diminta membaca berita secara utuh, jangan hanya judulnya saja. Setelah itu, berita yang serupa dicek di situs lain. Jika belum ada, berita yang dimaksud belum bisa disimpulkan kebenarannya. Saat sudah yakin berita itu benar, masyarakat perlu juga menimbang dari segi kemanfaatan. “Yang penting yakin berita itu benar dan banyak situs berita serupa,” jelasnya.

Sementara itu Kapolres Kudus, AKBP Agusman Gurnin memberitahukan, penyebab informasi menyesatkan dan berita hoax dapat diancam pidana kurungan maksimal enam tahun maupun denda maksimal Rp 1 miliar. Dijelaskan, hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang nomor 11 tahun 2008 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Dalam pasal ITE pasal 28 ayat 1 berbunyi setiap orang yang menyebarkan atau meneruskan berita bohong atau menyesatkan dapat dikenakan hukuman enam tahun atau denda Rp 1 miliar,” jelasnya.

Dia menghimbau, masyarakat Kabupaten Kudus lebih cerdas dalam menerima dan meneruskan berita dari siapa pun. Perlu juga dicek sumber berita dari mana setelah itu dinilai terdapat nada provokasi atau tidak. “Jika ada provokasi, tidak usah diteruskan atau bahkan hapus saja,” tuturnya.

Imam Arwindra
Imam Arwindrahttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sejak awal ikut terlibat dalam pembentukan Seputarkudus.com, cikal bakal Betanews.id.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER