31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Belasan Tahun Atun Rela Jadi Juru Parkir Demi Biayai Anaknya Hingga Perguruan Tinggi

SEPUTARKUDUS.COM, KRAMAT – Seorang perempuan berambut sepunggung tampak memberi aba-aba pada pengendara di Jalan Johar, kemarin. Dengan mengenakan baju biru dan celana merah, dia tampak mahir mengarahkan pengendara yang hendak parkir di kawasan tersebut. Dia yakni Mistakhiyatun (42), yang belasan tahun menjadi juru parkir demi pendidikan anak-anaknya.

Atun sedang menjalani pekerjaannya sebagai juru parkir di Jalan Johar 2017_4
Atun sedang menjalani pekerjaannya sebagai juru parkir di Jalan Johar. Foto: Rabu Sipan

Usai memberi aba-aba pada pengendara, perempuan yang akrab disapa Atun itu sudi berbagi kisah kepada Seputarkduds.com tentang pekerjaannya menjadi juru parkir. “Aku jadi juru parkir sekitar 15 tahun. Saat itu aku ingin membantu suamiku yang juga menjadi juru parkir. Namun beberapa tahun belakangan suamiku kena penyakit diabetes,” ungkap Atun yang menjadi juru parkir di tiga toko yang berada di tepi Jalan Tanjung Desa Kramat, Kota, Kudus.

Warga Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo, Kudus itu mengatakan, meski lazimnya pekerjaan menjadi juru parkir dikerjakan pria, namun dirinya merasa tidak malu ataupun canggung. hal tersebut demi keluarganya.

-Advertisement-

Dia mengungkapkan, tidak mematok harga tertentu untuk ongkos parkir di depan tiga toko dirinya bertugas. Dia mengaku menerima imbalan seikhlasnya dari para pengendara pelanggan tiga toko tersebut. Menurutnya dengan keiklasan para pengunjung toko tersebut, dia berharap bisa diberi keberkahan.

“Menjadi juru parkir itu penghasilannya tidak tentu. Saat ramai aku biasanya mampu mendapatkan uang sekitar Rp 50 ribu sehari. namun saat sepi penghasilanku kurang dari nominal tersebut, apalagi saat hujan, dapat Rp 25 ribu sehari itu sudah bagus,” ungkapnya.

Perempuan yang sudah dikaruniai tiga anak itu menuturkan, dari penghasilannya yang tidak seberapa itu, kini dia mampu menyekolahkan anak sulungnya di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus. Demi bisa membiayai anaknya mengenyam pendidikan sampai perguruan tinggi tersebut, dia bersama suaminya terkadang harus menahan lapar.

Menurutnya, hal tersebut harus dilakukannya agar tetap bisa menabung dan ketiga anaknya bisa makan serta mampu mengenyam pendidikan sampai perguruan tinggi semua. Dia mengaku, bersama suaminya bertekad menyekolahkan ketiga anaknya hingga lulus kuliah meski hanya mengandalkan penghasilan dari juru parkir.

“Dengan mampu menyekolahkan ketiga anaku hingga lulus kuliah, aku berharap mereka tidak mengalami nasib sama seperti orang tuanya yang miskin, bodoh, dan hanya jadi tukang parkir. Aku berharap, kelak anaku mampu mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Dan semoga saja suamiku juga cepat sembuh dan bisa bekerja lagi mencari uang untuk biaya sekolah anak kami” harapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER