SEPUTARKUDUS.COM, GETAS PEJATEN – Di tepi Jalan Ronggo Lawe, Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus, terlihat sebuah tenda warna biru beratapkan terpal. Di dalamnya, tampak seorang pria mengenakan kemeja panjang lengan dilipat, sedang duduk sambil berbincang dengan karyawan. Pria itu yakni Wahyu Yahsi Wibowo (31), pemilik usaha Podojoyonyo Group yang menjual berbagai produk furnitur, elektronik maupun handphone.

Sembari menunggu calon pembeli datang, Wahyu, begitu dia akrab disapa, sudi berbagi cerita kepada Seputarkudus.com tentang awal mula membuka usaha tersebut. Dia menceritakan, memulai usaha sudah berlangsung sekitar satu tahun, terhitung sejak bulan Mei 2016. Pada saat memutuskan diri untuk terjun didunia usaha. Awalnya dia sempat ragu tak dapat untung, tapi setelah mendapat restu dari ibunya dia nekat memulai usaha.
“Terus terang awalnya saya ragu membuka usaha furnitur ini. Namanya orang pasti takut kalau tidak mendapatkan untung. Angan-angan saya dulu malah ingin membuka usaha restoran, tapi berhubung orang tua tidak mendukung. Ibu saya menyuruh untuk membuka usaha furnitur saja, ya sudah akhirnya saya ikuti saja keingginan beliau,” ungkap Wahyu, anak pertama dari tiga bersaudara.
Warga Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kudus, ini mengatakan, sebelum membuka usaha, dulu dia sempat menjadi karyawan bagian staf accounting Bigland di Semarang selama setengah tahun. Setelah itu, dia ikut menjadi penjual produk Bigland di kegiatan bazar sekitar enam tahun. “Berawal dari itu, saya banyak belajar tentang marketing dan cara demikian juga saya terapkan di usaha saya sekarang ini,” ujarnya.
Dia menambahkan, modal awal merintis usaha berkisar Rp 300 juta, baik untuk membeli sejumlah produk maupun kebutuhan yang lainnya. Untuk omzet, dia mengaku tidak bisa memastikan. “Kadang bisa mencapai Rp 400 juta per bulan. Allhamduliah, semua berkat ridho dari orang tua, khususnya ibu,” tambah Wahyu yang sekarang dibantu oleh 13 karyawan sebagai penjualan.
Dia mengatakan, harga produk furnitur yang ditawarkan bagi setiap konsumen sangat terjangkau, baik dibayar tunai maupun kredit semua bisa dilakukan. Misalnya tunai, katanya, Spring Bigland 160 dia jual seharga Rp 1,25 juta dan untuk ukuran 180 x 200 sentimeter dia jual seharga Rp 1,5 juta. Televisi LED Samsung 32 inch dia jual seharga Rp 2,4 juta, Mesin cuci satu tabung seharga Rp 2,7 juta, sedangkan kursi jati Jokowi lengkap dengan meja dia jual senilai Rp 3,5 juta.
“Semua yang saya jual bergaransi, ada yang garansi satu tahun, ada yang garansi sampai 15 tahun, tergantung produk apa yang dibeli. Pembelian juga lebih mudah, cukup mengeluarkan uang Rp 200 ribu bisa bawa pulang berbagai furnitur maupun elektronik. Tapi kalau handphone, ada biaya administrasinya, sebesar Rp 100 ribu,” ungkap Wahyu yang mengaku menggandeng Federal International Finance (FIF) Spektra dan Kredit Plus sebagai pembayaran sistem kredit.

