SEPUTARKUDUS.COM, GETAS PEJATEN – Di tepi Jalan Jendral Ahmad Yani nomor 36, Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus, terlihat sebuah ruko yang di dalamnya terdapat sejumlah sepeda yang terpakir rapi. Tidak jauh dari area parkir sepeda, tampak berbagai aksesoris sepeda maupun spare part terpajang di atas etalase kaca. Terlihat juga ada dua orang pria sedang memperbaiki sepeda di tempat pelayanan bengkel. Ruko tersebut yakni diler resmi penjualan sepeda bernama Rodalink.

Sembari melayani calon pembeli yang terlihat sedang memilih sepeda, Dwi Prabowo (30), selaku Kepala Cabang Rodalink Kudus, sudi berbagi penjelasan kepada Seputarkudus.com. Di dilernya itu produk sepeda yang paling banyak terjual yakni Polygon Xtrada. Produk ini ada berbagai varian, di antaranya Baik Xtrada 6, Xtrada 5, Xtrada 4 hingga tipe Xtrada 3.
Menurutnya, kelebihan yang ditonjolkan dari sepeda itu terlihat mewah dan gagah, sehingga nyaman sewaktu dikendarai. “Untuk pembeli, kebanyakan dari Kudus. Tak jarang juga ada yang dari Demak, Pati maupun Jepara,” ujarnya.
Dwi bertempat tinggal di Kota Semarang, mengatakan, harga yang ditawarkan ke setiap pelanggan berbeda-beda, tergantung tipe yang dibeli. Misalnya Sepeda Polygon Xtrada, dia jual kisaran harga Rp 3,3 juta hingga Rp 6,5 juta. Untuk Polygon Syncline dia banderol dengan harga jauh lebih mahal, kisaran harga Rp 19,7 juta hingga Rp 33 juta.
“Kalau aksesoris seperti apparel meliputi helm, kaos, celana, sepatu serta kaos tangan cukup terjangkau, kisaran harga Rp 128 hingga Rp 2,5 juta, tapi kalau suku cadang beda lagi harga yang kami berikan. Sedangkan untuk spare part ada yang mulai dengan harga Rp 19 ribu, ada juga yang mencapai harga Rp 20 juta,” ungkapnya.
Dwi menjelaskan, diler yang berdiri sejak pertengahan 2010 itu tidak hanya menjual sepeda saja, melainkan juga menyediakan berbagai kebutuhan sepeda dan jasa servis. Hal itu dilakukan, katanya, sebagai sarana penunjang sebuah usaha.
“Diler kami menjual berbagai varian sepeda. Seperti sepeda gunung, sepeda balap, sepeda lipat, BMX, hybrid, sepeda mini maupun sepeda untuk anak-anak yang 80 persen di antaranya kami menjual merek Polygon. Selain itu, kami juga menjual aksesoris pendukung sepeda, spare part serta menyediakan bengkel, misal pelanggan kami ingin melakukan servis,” ungkap Dwi yang mengenakan pakaian serba hitam sambil berdiri.
Dia menambahkan, terkait dengan pembayaran sepeda, pihak dia memberikan dua alternatif bagi pelanggan. Ada yang bisa dilakukan secarai tunai, ada juga yang bisa dibayar melalui sistem kredit. Menurutnya, kredit bisa dilakukan dengan catatan harga sepeda yang dia jual minimal seharga Rp 1,5 juta.
“Untuk penjualan, sebulan paling 100 unit sepeda yang terjual. Dimana 20 hingga 30 di antaranya Polygon Xtrada. Kami juga memberikan garansi bagi setiap pelanggan yang membeli. Berupa garansi rangka sepeda selama lima tahun dan service gratis tiga kali selama setahun,” tambah Dwi.

