SEPUTARKUDUS.COM, RENDENG – Puluhan piala nampak tertata rapi menghiasi ruangan di Taman Kanak-kanak (TK) Kemala Bhayangkari 44, di Desa Rendeng, Kota Kudus. Puluhan piala dengan beragam ukuran itu diperoleh dari lomba yang pernah diikuti TK tersebut. Terlihat seorang wanita berambut ikal mengenakan kacamata sedang duduk dikursi sambil memegang telepon genggam. Dia tak lain Christina, Kepala Kemala Bhayangkari 44.

Di sela-sela kesibukannya, dia sudi berbagi penjelasan kepada Seputarkudus.com tentang sekolah yang dia pimpin. Dia mengatakan, sekolahnya saat ini lebih mengunggulkan seni. Menurutnya, seni menjadi pendidikan penting untuk menumbuhkan kecerdasan anak agar semakin kreatif. Selain itu juga penting untuk membangun rasa percaya diri serta berani berekspresi.
“Kami memang lebih mengutamakan seni, dan banyak pelajaran seni di sini. Setiap kali ada lomba kesenian pasti kami ikut. Kami ingin memanfaatkan setiap ruang berekspresi untuk anak, dan memberi pengalaman untuk mereka. Kalah menang nomer sekeian, yang terpenting anak-anak mendapat pengalaman,” terang ibu dua anak itu.
Wanita yang sudah menjadi guru TK sejak tahun 1982 itu, merinci sejumlah mata pelajaran seni yang ada di sana. Untuk hari Rabu para siswa diberi pelajaran tari, Kamis lukis, Jumat rebana, dan Sabtu belajar drum band. Jadwal pelajaran seni sengaja dibuat beberapa hari, agar semua murid dapat mengikuti semua jenis pelajaran seni yang ada. Dari sejumlah pelajaran seni, drum band menjadi kesenian yang paling diunggulkan karena melibatkan banyak murid.
“Gurunya ada delapan orang termasuk saya, tapi masih ada guru ekstra juga 6 orang. Ada lagi bagian penjaga satu, kebersihan satu, bagian Tata Usaha (TU) juga satu. Murid kami saat ini keseluruhan ada 118,” jelas wanita kelahiran Magelang itu.
Sementara itu, di halaman TK Kemala Bhayangkari 44 tampak sejumlah anak sedang bermain usai latihan drum band. Satu diantaranya Hanif Luhur Pratama (6), dia merasa senang bermain drumband sejak masuk sekolah TK, dan sering latihan sendiri saat di rumah. Menurutnya, bermain musik sangat menyenangkan, dia tidak merasa bosan saat latihan drum band setiap Sabtu di sekolah. Saat latihan drum band di sekolah, dia memainkan alat musik Xylophone.
“Bermain musik itu menyenangkan, saya tidak merasa bosan saat latihan. Kalau di rumah saya latihan sendiri. Dirumah juga ada gamelan, alat yang mirip Xylophone,” terang warga Desa Kaliputu, Kota Kudus itu usai berlatih drum band.

