31 C
Kudus
Minggu, November 27, 2022
BerandaEKONOMITak Ingin Terus...

Tak Ingin Terus Kerja Ikut Orang, Witono Beranikan Diri Jual Ikan Hias dengan Modal Seadanya

SEPUTARKUDUS.COM, WERGU WETAN – Di tepi utara jalan di Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kudus tampak sebuah bangunan yang dalamnya terlihat beberapa aquarium lengkap dengan ikan di dalamnya. Di antara aquarium tersebut tampak seorang pria berkaus biru sedang mengambil ikan kecil warna merah di satu aquarium, lalu diaberikan kepada pembeli. Pria itu bernama Witono (36) penjual aneka ikan hias.

Witono jual ikan hias di Wergu Wetan, Kudus
Witono jual ikan hias di Wergu Wetan, Kudus. Foto: Rabu Sipan

Di sela aktivitasnya melayani pembeli, Witono sudi berbagi kisah tentang usahanya tersebut kepada Seputarkudus.com. Dia mengatakan, mulai berjualan ikan hias di Kudus sejak tahun 2000. Sebelum membuka usaha tersebut, Witono bekerja ikut kakaknya selama dua tahun.

“Aku ikut kerja kakakku selama dua tahun. Setelah aku menguasai cara merawat ikan hias dan aku juga tak ingin jadi bawahan terus menerus. Lalu aku nekat  berjualan ikan hias sendiri, dengan  modal seadanya,” ujar Witono sambil membersihkan aquarium yang sudah berlumut.

- Ads Banner -

Pria yang berasal dari Banjarnegara itu mengatakan, pada waktu mulai usaha dia menjual ikan hias dengan wadah kantong plastik. Karena pada waktu tersebut kata dia, masih jarang penjual ikan hias dalam aquarium. Hingga pada pada tahun 2005 saat ikan lohan populer, semua penjual ikan hias mulai menggunakan aquarium sebagai wadah ikan yang mereka jual.

Saat ikan lohan populer, menurutnya penghasilannya meningkat meski harus membeli aquarium sebagai tempat ikan yang terkenal dengan jidat jenongnya tersebut. Dia mengaku pada saat itu tidak menjual lohan dengan harga juataan rupiah, namun paling mahal Rp 500 ribu untuk yang paling besar. “Aku memang tak ingin menjual ikan dengan harga yang terlalu tinggi, untung sedikit tak apa yang penting lancar,” ujarnya

Menurutnya hal tersebut tidak hanya berlaku untuk penjualan Lohan, melainkan ikan lainya. Karena itu sejak mulai berjualan, kata Witono sudah memiliki banyak pelanggan. Witono mengaku sampai sekarang juga masih menjual lohan, namun harganya lebih murah yakni antara Rp 50 ribu sampai Rp 250 per ekor.

Selain lohan, dia mengaku menjual ikan jenis lain di antaranya, koi, yang dia jual mulai harga Rp 5 ribu hingga Rp 100 ribu per ekor, tergantung warnanya. Menurutnya semakin bagus warna koi semakin mahal harganya. Sedangkan ikan cupang dia banderol Rp 2 ribu per ekor. Dan ikan paling mahal yang dia jual yakni ikan arwana sampit, yang dia banderol dengan harga Rp 425 ribu per ekor, seukuran korek api gas.

Pria yang sudah dikaruniai dua anak itu mengatakan, selain berjualan ikan hias juga menjual aquarium dengan harga mulai Rp 10 ribu ukuran paling kecil dan paling besar dia jual dengan harga Rp 500 ribu. Dia mengaku juga menjual pakan ikan yang dia jual dari harga Rp 3 ribu sampai Rp 20 ribu, harga sesuai ukaran kemasan.

“Aku bersyukur usaha yang aku mulai dengan modal seadanya sekarang sudah memiliki banyak pelanggan. Hingga hasilnya cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan masih ada sisa untuk ditabung, untuk bekal menyekolahkan dua anakku sampai perguruan tinggi,” ujar Witono.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,335PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler