STAIN Kudus Terima Kuota 95 Beasiswa Bidikmisi, Setip Bulan Mahasantri Terima Rp 1,1 Juta

SEPUTARKUDUS.COM, STAIN KUDUS – Sejumlah laki-laki sedang mengikat tali sepatu di depan gedung tiga lantai bewarna dominan hijau. Gedung tiga lantai tersebut berada di komplek kampus barat Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus. Di lantai dua dan tiga sejumlah cucian basah tampak dijemur. Gedung yang di depannya terdapat dua tempat duduk melingkar itu, yakni asrama mahasiswa penerima Beasiswa Pendidikan Bagi Mahasiswa Berprestasi (Bidikmisi).

Direktur Ma’ad Al-Jami’ah STAIN Kudus Ma’mun Mu’min
Direktur Ma’ad Al-Jami’ah STAIN Kudus Ma’mun Mu’min. Foto: Imam Arwindra

Asrama berlabel Ma’ad Al-Jami’ah STAIN Kudus, itu menurut direkturnya, Ma’mun Mu’min, ditempati para penerima mahasiswa Bidik Misi STAIN Kudus yang di dominasi dari sejumlah kabupaten di eks-Karesidenan Pati. Tahun ini, menurut Ma’mun, STAIN Kudus memberikan kuota sebanyak 95 mahasiswa Bidik Misi untuk semua jurusan di STAIN.

-Advertisement-

“Tahun ini kami menyediakan kuota beasiswa Bidik Misi sejumlah 95 mahasiswa,” ungkapnya saat ditemui di ruangannya, belum lama ini.

Kepada Seputarkudus.com, Ma’mun, kuota yang diterima ditetapkan Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Kementrian Agama Republik Indonesia. Pada tahun lalu, pihaknya juga mendapatkan kuota dengan jumlah yang sama. “Untuk keseluruhan penerima Bidik Misi di STAIN Kudus empat angkatan sebanyak 195 mahasantri (mahasiswa santri),” jelasnya yang mengenakan batik hitam putih.

Dia menjelaskan, pendaftaran dapat dilakukan melalui jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN), jalur Ujian Mandiri dan jalur Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN). “Untuk lebih jelas dapat dibuka di situs kementrian agama, karena itu progam nasional,” tambahnya.

Menurut Ma’mun tahun 2016 lalu, terdapat 8.400 orang calon mahasiswa. Setelah terseleksi masuk menjadi 2.200 mahasiswa. Dari jumlah tersebut, yang mendapatkan Bidik Misi hanya 95 mahasiswa, sesuai kuota yang diberikan dari Kementrian Agama.

“Tahun ini (2017) setiap bulan penerima Bidik Misi akan mendapatkan beasiswa Rp 1.100.000. untuk tahun 2016 lalu Rp 1 juta. Tahun ini ada peningkatan,” terangnya.

Selama di asrama, penerima Bidik Misi untuk laki-laki akan diberikan fasilitas kamar, almari, tempat tidur dan fasilitas lainnya. Untuk perempuan masih tinggal indekos di sekitar kampus. Mahasantri, sebutan penerima Bidik Misi di STAIN Kudus, juga dibekali kegiatan penunjang bakat dan intelektual mahasiswa,  di antaranya, pengajian kitab kuning, kajian ilmiah, dan hafalan surat-surat Al-Quran.

“Progam Bidik Misi hanya untuk kalangan menengah ke bawah namun berprestasi. Intinya untuk memotong mata rantai supaya siswa miskin bisa juga melanjutkan ke perguruan tinggi,” jelasnya.

Di STAIN Kudus, pihaknya menerapkan tiga T, Tepat Waktu, Tepat Jumlah dan Tepat Sasaran. Dirinya tidak ingin progam Bidik Misi yang diperuntukkan untuk pelajar miskin tidak tepat sasaran. Selain itu diharapkan penerima Bidik Misi juga dapat lulus tepat waktu delapan semester. “Nanti kalau lebih ya harus bayar sendiri,” tambahnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER