31 C
Kudus
Minggu, November 27, 2022
BerandaEKONOMIProposalnya Diterima Aqualux,...

Proposalnya Diterima Aqualux, Jumarno Pasok Lemari ke Seluruh Negeri, Omzet Sebulan Rp 60 Juta

SEPUTARKUDUS.COM, PANJANGRolling dor toko terlihat terbuka di tepi Jalan Lingkar Utara, Desa Panjang, Bae, Kudus. Di dalam tampak dua orang sedang merangkai aluminium untuk dijadikan perkakas. Di depan toko terlihat seorang pria berkaus oblong dan bercelana jeans sedang mengobrol dengan seseorang. Toko itu bernama Mandiri Jaya, yang memproduksi perkakas berbahan aluminium. Produk toko ini tidak hanya memiliki pelanggan di Kudus, bahkan hingga pelosok negeri.

Toko Mandiri Jaya Kudus, produsen perkakas aluminium.
Toko Mandiri Jaya Kudus, produsen perkakas aluminium. Foto: Rabu Sipan

Jumarno, pemilik toko Mandiri Jaya, mengungkapkan, toko yang dia dirikan sekitar lima tahun yang lalu itu menerima pesanan aneka perkakas berbahan aluminium dan kaca. Dia menuturkan, tidak lama setelah membuka toko tersebut, dia mengaku disarankan oleh temannya untuk mengajukan proposal menjadi mitra kerja Aqualux, untuk pembuatan lemari depo isi ulang.

- Ads Banner -

Alhamdulillah pengajuan proposalku tersebut diterima. Dan sejak tahun tersebut kami harus menyediakan lemari depo isi ulang sesuai permintaan mereka. Dan hasil produk lemari depo air itu juga dikirim ke seluruh agen CV Aqualux, tidak hanya di Kudus dan pulau Jawa saja, melainkan juga seluruh pelosok Indonesia,” ujar Jumarno kepada Seputarkudus.com beberapa waktu lalu.

Warga Desa Gondangmanis, Bae, Kudus itu mengatakan, selama ini pihak Aqualux selalu memesan setidaknya tiga hingga empat unit lemari depo air isi ulang dalam sepekan. Harga tiap unit lemari tersebut sebesar Rp 4 juta. Dari kerjasama tersebut, dia mengaku bisa mendapatkan omzet sekitar Rp 60 juta sebulan.

Selain membuat lemari depo air isi ulang, di tokonya  juga menerima pesanan membuat barang lainnya berbahan aluminium. Di antaranya etalase yang dijual antara Rp 800 ribu hingga Rp 1.250.000. Rak sepatu dia hargai Rp 750 ribu, jemuran pakaian model kupu-kupu dipatok harga Rp 400 ribu. “Harga tersebut untuk satu unit,” jelasnya.

Jumarno juga mengaku biasa membuat rak piring yang dia banderol dengan harga Rp 1.250.000, lemari gantung dihargai Rp 1,8 juta per unitnya. Selain perabot tersebut, dia mengaku sering mendapatkan order proyek pembuatan jendela serta pintu aluminium.

Menurutnya, untuk pintu dia membebankan harga Rp 1.050.000 dan jendela Rp 600 ribu per unit.  Sedangkan untuk kusen aluminium, kata dia, harganya Rp 65 ribu per meter. Dan untuk partisi biaya yang dibanderol Rp 100 ribu per meter. “Harga tersebut sudah berikut pemasangan, dan pemesan tinggal terima beres,” ujarnya

Pria yang baru dikaruniai dua anak itu mengatakan, untuk mengerjakan semua pembuatan perabot yang terbuat dari aluminium tersebut, dia dibantu dua orang pekerja yang masih kerabatnya. Namun saat mendapatkan proyek membuat jendela dan pintu atau sekat partisi, dia mengaku biasanya mengambil tenaga kerja borongan, dan jumlahnya disesuaikan kebutuhan.

“Aku bersyukur usaha yang aku rintis sejak lima tahun yang lalu sekarang sudah banyak dikenal orang. Bahkan produk aluminiumku sudah didistribusikan hingga pelosok Indonesia,” ujar Jumarno yang mengaku tokonya tersebut buka mulai hari Senin sampai Sabtu.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,335PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler