31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

Gagal Jadi Kepala Desa, Sutik Bangkit Buka Usaha Pembuatan Pot Bunga Modal Utang

SEPUTARKUDUS.COM, GETAS PEJATEN – Di tepi barat Jalan Museum Kretek Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus ,tampak ratusan pot bunga tersusun rapi. Terlihat beberapa pekerja sedang menata ulang beberapa pot dan hiasan taman. Tak jauh dari lokasi tersebut, tampak seorang pria memakai kaus oblong warna abu-abu dan memakai topi sedang melayani pembeli. Pria tersebut bernama Sutikno (55). Dia nekat membuka usaha penjualan pot tanaman hias, dengan modal pinjaman, setelah kalah dari pencalonan kepala desa.

Sutikno, penjual pot tanaman hias di Kudus
Sutikno, penjual pot tanaman hias di Kudus. Foto: Rabu Sipan

Seusai melayani pembeli, pria yang akrab disapa Sutik itu sudi berbagi kisah kepada Seputarkudus.com tentang usahanya. Dia mengungkapkan, membuka usaha pembuatan aneka pot bunga setelah gagal mencalonkan diri menjadi kepala desa pada tahun 1994. Menurutnya, setelah gagal dirinya sudah tak memiliki harta benda, bahkan menanggung banyak utang.

-Advertisement-

“Kegagalan itu membuat uangku saat itu sekitar Rp 100 juta dan beberapa bidang tanah lenyap. Di tengah keresahan karena tak punya apa-apa, dan banyak utang, aku nekat meminjam uang untuk modal usaha pembuatan pot,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Pria yang berasal Karang Anyar, Demak, itu mengatakan, pada waktu itu membuka usaha dengan mempekerjakan beberapa orang untuk membuat pot bunga. Sedangkan dirinya mulai keliling menawarkan pot bunga kepada para pengusaha tanaman di Kudus dan daerah sekitar.

“Aku bersyukur pot bunga hasil produksiku berangsur-angsur mulai diminati banyak orang. Selain perorangan, banyak juga para pengusaha tanaman hias yang menjadi pelangganku. Tidak hanya dari Kudus, dan Karesidenan Pati, namun pemasaran pot bungaku sudah merambah Semarang dan Surabaya,” bebernya.

Dia menuturkan, setelah mempunyai banyak pelanggan, lambat laun usaha pembuatan pot miliknya mulai berkembang. Bahkan saking banyaknya permintaan, dirinya pernah mempekerjakan sekitar 30 orang khusus untuk produksi pot bunga. Menurutnya, saat itu hampir setiap hari bisa mengirim satu truk berisi sekitar 2 ribu pot.

Pria yang sudah dikaruniai tiga cucu itu mengungkapkan, dirinya memproduksi aneka macam pot bunga yang dijual mulai harga Rp 10 ribu sampai Rp 500 ribu. Selain pot, Sutik juga memproduksi kolam taman, tempat lampu dan hiasan dinding.

Dia mengungkapkan, sebenarnya para pelanggannya masih tetap bertahan sampai sekarang. Namun karena keadaan ekonomi nasional yang dinilai lesu dan daya beli masyarakat berkurang, penjualan produksi pot bunganya juga menurun.

“Meski penjualannya sekarang agak menurun tapi itu aku anggap sebuah kewajaran dalam usaha. Dan aku bersyukur dengan usaha pot bunga tersebut aku bisa memulihkan ekonomi keluarga yang pernah terpuruk berkat gagal dari pencalonan kepala desa. Dengan usaha tersebut aku juga mampu membeli beberapa bidang sawah, dan sudah punya mobil operasional sendiri,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER