SEPUTARKUDUS.COM, GETAS PEJATEN – Beberapa mobil terparkir di depan warung sate kerbau Min Jastro yang terletak di Ruko Agus Salim, Getas Pejaten, Jati Kudus. Di dalam warung terlihat beberapa orang lahap menyantap sate yang dihidangkan. Satu di antaranya Rikiem Sieng (59), yang mengaku menggemari sate kerbau di warung Min Jastro sejak masih SD hingga kini.

Seusai menyantap hidangannya, pria yang akrab disapa Rikiem itu sudi berbagi kesan tentang sate kerbau Min Jastro kepada Seputarkudus.com. Dia mengungkapkan, meskipun sekarang sate Min Jastro dikelola cucu Jastro yang bernama Sunoto, namun rasa enaknya tetap sama. Dagingnya empuk dan bumbunya meresap dan menyatu dengan daging.
“Karena mampu menjaga cita rasa yang tetap sama sejak dulu, aku masih berlangganan sejak SD sampai kini. Minimal sekali dalam sepekan, aku pasti datang ke warung Min Jastro. Pokonya sate kerbau Min Jastro jos gandos,” ungkapnya.
Hal senada juga diucapkan Sujono (58). Pria yang mengaku datang dari Surabaya ke Kudus khusus untuk bernostalgia dengan lezatnya sate kerbau Min Jastro. Dia mengatakan, menggemari sate kerbau Min Jastro sejak masih duduk di SD. Dulu dia berlangganan saat masih dirintis mendiang Min Jastro.
“Aku itu sebenarnya berasal dari Kudus, namun sejak 25 tahun yang lalu aku hidup di Surabaya. Dan setiap berkunjung di tanah kelahiranku, aku pasti menyempatkan untuk mencicipi sate kerbau Min Jastro. Selain mencicipi di warungnya, aku juga membeli buat oleh-oleh keluargaku yang di Surabaya,” ungkap Sujono yang mengaku membawa sekitar 90 tusuk untuk dibawa pulang ke Surabaya.
Pengunjung lain, Heru Usman (35), yang saat itu datang bersama istri dan anaknya, mengatakan, menyukai sate kerbau Min Jastro sejak beberapa tahun lalu. Sejak saat itu dia sering membeli sate kerbau di warung Min Jastro. Saking seringnya, dia mengaku tak ingat lagi berapa kali membeli sate kerbau di warung tersebut.
“Selain datang ke warung sate kerbau Min Jastro bersama istri, aku juga terkadang datang bersama keluarga besar kami berdua. Bahkan terkadang juga bungkus untuk oleh-oleh untuk keluarga lain daerah,” ungkap pria yang akrab disapa Heru.
Menurut Sunoto (44), cucu mendiang Jastro, dia merupakan generasi ketiga sate kerbau Min Jastro. Dia mengungkapkan, selain makan di warung, para pelanggannya sering menjadikan sate kerbau miliknya sebagai oleh-oleh untuk kerabat dan sahabat yang berada di lain daerah. Menurutnya, hal itu karena sate kerbau Min Jastro bisa bertahan hingga dua hari.
“Awetnya itu bukan karena obat kimia, tapi karena pembuatannya secara tradisional. Selain pernah dikirim ke beberapa daerah di Indonesia, sate kerbau Min Jastro pernah dikirim ke Singapura,” ungkap Totok begitu dia disapa.

