SEPUTARKUDUS.COM, PEGANJARAN – Di tepi jalan Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, Kudus, tampak kios berpintu besi. Di bagian depan kios tersebut, terlihat etalase kaca berisi aneka macam stiker. Di dalam kios tampak pria sedang mendesain stiker menggunakan komputer. Sedangkan pria lainnya sedang mengoperasikan mesin pencetak stiker. Pusat pembuatan stiker tersebut bernama Raja Stiker tersebut.

Kepada Seputarkudus.com, pemilik Raja Stiker, Didik Irawan (27) mengungkapkan, setelah mampu mengembangkan usaha menjual dan pemasangan stiker, pada tahun 2010 dirinya berinisiatif untuk memproduksi stiker sendiri. Menurutnya, demi mewujudkan keinginanny tersebut, Didik mengaku rela merogoh koceknya hingga Rp 25 juta, untuk membeli perlengkapan dan mesin pencetak stiker.
Baca juga: Didik Kembangkan Usaha Stiker Warisan Kakaknya: Kuncinya Harus Telaten
“Dengan bisa memproduksi stiker sendiri, aku pasti bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Karena dengan membeli bahan lalu aku buat stiker sesuai permintaan pelanggan, tentu lebih murah dari pada harus berbelanja stiker dan aku jual kembali,” ungkapnya, saat ditemui, beberapa waktu lalu.
Pria yang tinggal di kios tempat produksi stiker itu mengatakan, setelah mengelola sendiri toko Raja Stiker warisan kakaknya itu, dia langsung ikut Komunitas Penjual dan Pemasangan Stiker Indonesia. Dari beberapa teman komunitas tersebut, dirinya mendapat info pembuatan cutting stiker.
Dia mengatakan, menerima berbagai macam stiker dengan desain apapun sesuai permintaan pelanggan. Sejak bisa memproduksi stiker, dia mengaku sering mendapatkan pesanan cutting stiker dari beberapa komunitas sepeda motor maupun mobil.
Menurutnya, pesanan itu tidak hanya datang dari para pelaku komunitas di Kudus, melainkan juga komunitas dari Jepara, Pati, Demak dan sekitarnya. “Pokoknya hampir komunitas di Karesidenan Pati pernah memesan stiker di sini. Bahkan pada tahun 2016, aku menerima order pembuatan 1.000 pcs cutting stiker untuk dikirim ke Papua,” bebernya.
Pria yang baru dikaruniai satu anak itu menjelaskan, cutting stiker yang dia buat bisa menyala saat terkena cahaya di kegelapan. Menurutnya jenis stiker ini sekarang paling diminati. Dia mengungkapkan, menjual cutting stiker dengan harga Rp 25 per sentimeter persegi untuk satu warna.
Sedangkan untuk cutting stiker dua warna atau lebih, Didik membanderol kelipatan harga satu warna. Menurutnya, harga tersebut untuk pembelian minimal 100 pcs. Untuk pembelian cutting stiker di bawah 100 pcs dibebankan biaya kepada para pelanggan sebesar Rp 35 per sentimeter persegi.
Dia mengatakan, memproduksi stiker dalam jumlah banyak saat ada pesanan saja. Saat tidak ada pesanan, dia hanya mencetak stiker untuk dijual di toko Raja Stiker yang berada di Tepi Jalan Lingkar Utara.

