31 C
Kudus
Rabu, September 27, 2023

Tukiman Relakan Tanaman Padinya untuk Pakan Ternak, Daripada Busuk Terendam Banjir

SEPUTARKUDUS.COM, JATI WETAN – Laki-laki berkaus hitam terlihat memanen tanaman padi yang daunnya masih tampak hijau. Dia memotong padi tersebut menggunakan sabit dan dikumpulkan di pematang sawah. Pada padi yang sudah diambil, hanya terlihat beberapa biji padi yang tak berisi. Selain itu, air juga terlihat menggenangi lokasi persawahan tak jauh dari Jalan Lingkar Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus, akibat intensitas hujan yang tinggi beberapa hari terakhir ini.

padi puso
Petani Desa Jati Wetan gagal panen. Foto: Imam Arwindra

Tukiman (46), adalah pemilik lahan padi yang memanen tanaman padinya secara dini. Dia mengatakan pada musim tanam pertama (MT 1) gagal panen karena banjir. Agar tidak terlalu merugi, tanaman padi tersebut diambil untuk digunakan pakan sapi. “Lumayan, daripada tidak ada,” ungkapnya kepada Seputarkudus.com, sambil membopong padi yang sudah diikat dinaikkan ke atas becak.

Warga Desa Jati Wetan tersebut menuturkan, banjir di┬álahan pertanianannya dikarenakan aliran air menuju Sungai Wulan tidak lancar. Jumlah lahan persawahan yang tergenang banjir sekitar 10 hektare. Dikatakan Tukiman, dirinya sebenarnya hanya mempunyai seperempat bahu lahan sawah. Karena gagal panen dia menjual tumbuhan padinya untuk pakan sapi. “10 gulung saya jual Rp 50 ribu. Harga tersebut sudah termasuk biaya pengiriman ke Jati Kulon. Ini saya pakai becak,” ungkap dia yang juga bekerja sebagai tukang becak.

Menurutnya, seperempat bahu sawah padi hanya menghasilkan sekitar 20 ikat. Jadi uang yang didapatnya hanya Rp 100 ribu. Dia membandingkan, jika panen berhasil, dirinya bisanya mendapatkan 15 zak gabah. Satu zak memiliki bobot sekitar 40 kilogram. “Kalau harga gabah satu kilogram Rp 3.200, ya tinggal dikalikan,” terangnya.

Gagalnya panen, katanya, selain banjir juga banyaknya hanya burung dan tikus. Menurutnya, ketika siang burung menyerang dan saat malam tikus merusak tanaman. Tukiman mengatakan,┬ásebenarnya, lahan persawahan di daerah tersebut sudah menjadi langganan banjir. Namun agar lahannya tidak tergarap, setiap musim tanam masyarakat tetap menanam padi. “Di sini hanya dua kali musim tanam. Padi yang ditanam berjenis Ciherang,” tambahnya.

Imam Arwindra
Imam Arwindrahttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sejak awal ikut terlibat dalam pembentukan Seputarkudus.com, cikal bakal Betanews.id.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,383FansSuka
13,322PengikutMengikuti
4,307PengikutMengikuti
118,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER