31 C
Kudus
Sabtu, Desember 3, 2022
BerandaKUDUSPengungsi Senang RS...

Pengungsi Senang RS Mardi Rahayu Kirim 4 TV dan Pura Bantu Pompa Air ke Posko Banjir

SEPUTAR KUDUS.COM, JATI WETAN – Televisi LED (Light Emitting Diode) berwarna hitam sedang dipasang di beberapa sudut ruangan Balai Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus. Televisi Polytron dengan layar 34 inch tersebut dipasang untuk para pengungsi banjir Desa Jati Wetan. Menurut Camat Jati Andreas Wahyu, televisi tersebut disediakan untuk hiburan warga yang mengungsi karena banjir.

Pemasangan TV untuk pengungsi
Pemasangan TV untuk pengungsi. Foto: Imam Arwindra

Saat ditemui di Balai Desa Jati Wetan, dia menuturkan televisi yang disediakan berjumlah empat unit. Menurutnya, televisi tersebut bantuan dari Rumah Sakit Mardi Rahayu. Televisi yang ada segera dipasang dan dapat menjadi hiburan warga ya mengungsi. “Ini untuk hiburan warga,” tuturnya, Sabtu (11/2/2017).

Menurutnya, bantuan yang datang untuk pengungsi di Balai Desa Jati Wetan tidak hanya datang dari pemerintah saja, melainkan juga dari swasta. Dicontohkan, Rumah Sakit Mardi Rahayu menyediakan empat televisi, Pura memberikan bahan bakar pompa air dan masih banyak lagi bantuan dari pihak swasta. “Pompa air untuk membuang air yang menggenangi pemukiman. Pompa tersebut hidup 24 jam dengan waktu istirahat sekitar dua jam,” tambahnya.

- Ads Banner -

Dia memberitahukan, logistik untuk pengungsi hari ini sudah cukup. Nantinya jika logistik habis, pihaknya akan mencarikan ke pemerintah dan swasta. Menurutnya banyak pihak swasta yang mau membantu pengungsi. Selain itu menurutnya fasilitas di pengungsian diantaranya musala, kamar mandi, toilet dan dapur sudah tersedia. “Kalau waktunya lama biasanya malah ada organisasi-organisasi yang mengajak bermain dan belajar bersama. Namun saya tidak berharap lama, kalau bisa besok sudah surut dan warga bisa kembali,” terangnya.

Baca juga: Ketinggian Air di Rumahnya Sepaha, Rubaiah Akhirnya Menyerah di Posko Pengungsian

Dari segi kesehatan, terdapat bidan desa yang siap 24 jam. Menurutnya, ada juga petugas puskesmas yang setiap hari datang untuk mengecek kesehatan para pengungsi.

Sementara itu, Suwarti (41) warga Desa Jati Wetan yang memasak di dapur umum menuturkan, ada sekitar 360 nasi bungkus yang dibagikan kepada warga. Menurutnya, 200 bungkus untuk pengungsi yang berada di Balai Desa Jati Wetan dan sisanya untuk warga yang masih bertahan di rumahnya. Pengungsi tersebut diberikan makan tiga kali sehari. “Kalau rumah saya aman. Saya di sini karena ingin bantu-bantu,” ungkap warga yang rumahnya dekat dengan balai desa.

Kepala Desa Jati Wetan Suyitno (59) menuturkan ada sejumlah 44 kepala keluarga dengan jumlah keseluruhan 130 orang yang berada di pengungsian. Dia merinci, jumlah 130 tersebut berasal dari lansia 6 orang, balita 16 orang dan sisanya yakni dewasa. “Warga mulai mengungsi hari kemarin (Jumat) sekitar jam dua siang. Jika air semakin naik, dipastikan pengungsi akan semakin banyak” tambahnya.

Imam Arwindra
Imam Arwindrahttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sejak awal ikut terlibat dalam pembentukan Seputarkudus.com, cikal bakal Betanews.id.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler