31 C
Kudus
Sabtu, Juni 22, 2024

Meski Sudah Renta, Sadino Rela Keliling Kudus Menjual Mainan Bambu, Agar Mampu Membiayai Sekolah Anaknya

SEPUTARKUDUS.COM, GETAS PEJATEN – Seorang pria renta memakai kaus lengan panjang dan memakai topi terlihat  sedang menyusuri jalan sambil memikul dua buah karung kecil. Setelah lama berjalan pria itu memutuskan berhenti, dan membuka apa yang dia pikul di depan TK Pembina Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati. Pria tersebut bernama Sadino (66) penjual keliling mainan tembakan dari bambu.

Penjual mainan bambu
Penjual mainan bambu. Foto: Rabu Sipan

Sambil duduk dan menunggu para siswa TK keluar, Sadino sudi berbagi kisah tentang hidupnya kepada Seputarkudus.com. Dia mengatakan sudah berjualan keliling di Kudus sekitar 21 tahun, tepatnya mulai tahun 1995. Di usia senjanya dia mengaku terpaksa harus tetap berjualan meski penghasilan yang didapatkan tidak menentu.

 
“Di usia yang sudah tua ini, aku harus tetap berjualan, karena hanya hal tersebut yang bisa aku lakukan dan menghasilkan uang. Karena di usiaku sekarang, untuk menjadi kuli bangunan rasanya tenagaku sudah tidak memungkinkan. Sedangkan aku masih harus membiayai sekolah putra bungsuku yang masih duduk di kelas satu SMK,” ujar Sadino yang mengaku punya lima anak tersebut.

-Advertisement-

Pria yang berasal dari Madiun itu mengatakan, empat anaknya yang lain sudah menikah semua, dan semuanya tinggal di lain daerah. Dia bertekad dengan cara apapun anak bungsunya harus tetap bersekolah, minimal lulus SMK. Karena, dia mengaku semua anaknya yang lain disekolahkan sampai lulus sekolah menengah atas (SMA).

 
“Sebagai orang tua aku berusaha adil, karena aku tidak mampu membekali harta benda. Setidaknya mereka aku sekolahkan, yang sekiranya ijazah serta ketrampilan yang dia dapat dari sekolah bisa mereka buat untuk mencari kerja. Setelah mereka kerja aku juga tidak ingin merepotkan dengan minta uang kepada mereka. Karena menurutku tugas orang tua adalah membesarkan dan memberikan pendidikan semampunya. Setelah itu biarkan mereka menentukan jalan hidupnya,” ujarnya.

Dia mengatakan, karena alasan tidak mau merepotkan anaknya tersebut, di usia senjanya dia harus berjualan keliling di Kudus. Sehari berjualan keliling dia mengaku saat ramai bisa mendapatkan uang sekitar Rp 50 ribu. Sedangkan saat sepi pembeli paling dia hanya mampu mengantongi uang sekitar Rp 40 ribu.

“Pengahasilan tersebut masih kotor, karena belum terpotong untuk kebutuhan makan sehari-sehari selama di Kudus. Kalau di rata-rata aku bisa mendapatkan pengahsilan bersih sekitar Rp 30 ribu sehari,” ungkap Sadino yang mengaku pulang ke Madiun setiap 10 hari sekali.

Sadino mengungkapkan, selama di Kudus dia tinggal di rumah kenalanya warga Desa Ploso, Kecamatan Jati, yang sudah menganggapnya seperti saudara. Dia mengaku beruntung ada orang yang mau menampungnya, jika tidak ada orang tersebut selama di Kudus mungkin dia akan bermalam di SPBU.

Dia menuturkan, berangkat berjualan keliling selepas salat Subuh dan pulang sekitar pukul 17.00 WIB. Selama berkeliling dia mengaku akan berhenti dan menjajakan mainanya di depan selah dasar (SD) maupun di depan TK yang dia lewati.

“Aku berharap selalu diberi kesehatan dan jualanku laris, hingga aku mampu membiayai sekolahnya putra bungsuku sampai lulus. Dan semoga saja dalam waktu dekat aku juga bisa membelikan anaku tersebut sepeda motor meski bekas,” harap Sadino yang mengaku anaknya berangkat dan pulang sekolah masih ngontel dengan jarak sekitar 10 kilometer.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
140,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER