31 C
Kudus
Sabtu, Juni 22, 2024

Hujan Tak Kunjung Reda, Tapi Sayang Pompa Air di Tanggulangin Justru Rusak

SEPUTARKUDUS.COM, JATI WETAN – Air keruh terlihat mengalir deras dari pipa berbentuk bulat menuju Sungai Wulan tak jauh dari jembatan Tanggulangin. Air tersebut berasal dari pemukiman warga Dukuh Tanggulangin Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus. Pemukiman mereka tergenang banjir karena curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir ini. Menurut, Kepala Desa Jati Wetan Suyitno (56), pipa tersebut berasal dari pompa air yang digunakan untuk menyedot air banjir dari pemukiman warga.

Banjir Desa Jati Wetan Kudus
Banjir Desa Jati Wetan Kudus. Foto: Imam Arwindra

Kepada Seputarkudus.com, Suyitno mengatakan, ada dua pompa air di desanya. Namun satu pompa tak berfungsi karena rusak. Menurutnya, kedua pompa air tersebut sebelumnya masih berfungsi. Saat dirinya datang di pagi hari pukul 06.00 WIB, pompa yang satu pompa mati. “Kemungkinan matinya sejak fajar,” tuturnya saat ditemui di dekat jembatan Tanggulangin, Kamis (9/2/2017).

Dia menjelaskan, sejak Rabu (8/2/2017) malam pukul 11.00 WIB, curah hujan di Kudus sangat tinggi. Karena hal itu tiga dukuh di Desa Jati Wetan terendam banjir. Air hujan yang mengguyur pemukiman di Desa Jati Wetan tidak bisa mengalir ke Sungai Wulan karena posisi tanggul lebih tinggi. Oleh sebab itu, pemukiman terendam hingga mencapai ketinggian pusar orang dewasa. “Ketinggiannya bervariasi. Di Dukuh Barisan tingginya air sampai pusar orang dewasa,” ungkapnya.

-Advertisement-

Suyitno mengatakan, tiga dukuh yang terendam banjir yakni Dukuh Tanggulangin, Dukuh Gendok dan Dukuh Barisan. Di Dukuh Tanggulangin air menggenang pemukiman tiga RT di RW 3. Yakni RT 3 sejumlah 87 kepala keluarga, RT 4, 170 kepala keluarga dan RT 5 sejumlah 153 kepala keluarga. Selanjutnya di Dukuh Gendok terdapat tiga RT di RW 3, yakni RT 2, 90 kepala keluarga, RT 6 sejumlah 90 kepala keluarga dan RT 7, 43 kepala keluarga. Dan Dukuh Barisan hanya satu RT di RW 3, yakni RT 1 sejumlah 125 kepala keluarga. “Air tidak bisa dilewatkan pintu air. Karena lagi-lagi posisi sungai yang lebih tinggi. Jika dibuka nanti malah air sungai masuk ke pemukiman,” terangnya.

Keberadaan pompa pembuangan air yang rusak diungkapkan Suyitno sudah dicek sejumlah pihak terkait. Dia berharap pompa pembuangan air yang rusak segera diperbaiki. “Kalau alat tersebut sebenarnya milik BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juwana). Alat  tersebut sudah ada dari tahun 2011. Kalau bisa diganti, karena sudah mocat-macet,” tambahnya.

Imam Arwindra
Imam Arwindrahttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sejak awal ikut terlibat dalam pembentukan Seputarkudus.com, cikal bakal Betanews.id.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
140,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER