31 C
Kudus
Sabtu, November 26, 2022
BerandaKUDUSKaromah Produksi Jenang...

Karomah Produksi Jenang Rumput Laut, Varian Rasa Khusus untuk Lebaran

SEPUTARKUDUS.COM, KALIPUTU – Toko bercat warna hijau berada di tepi Jalan Sosrokartono, Desa Kaliputu, Kota, Kudus, itu tampak ramai didatangi pembeli. Toko yang di bagian dalamnya
hampir dipenuhi etalase kaca dan rak besi berisi beraneka rasa olahan makanan
jenang tersebut bernama Karomah. Menjelang Lebaran, Toko Jenang Karomah membuat jenang rasa khusus, yakni jenang rumput laut.

Jenang Kudus Karomah
Zaenal Arifin (51) pemilik Toko Jenang Karomah menuturkan, sudah
beberapa tahun terakhir menjelang Lebaran dirinya selalu memproduksi jenang rumput
laut. Karena jenang ini dibuat dengan bahan rumput laut ini tidak bisa bertahan lama, maka dirinya hanya memproduksinya saat menjelang Hari
Raya Idul Fitri.
“Karena hanya mampu bertahan sekitar
dua pekan, aku mulai memproduksi lalu menjual jenang rumput laut, sepekan
sebelum dan sesudah Hari Raya Idul Fitri. Total produksinya sekitar 90
kilogram,” kata pria yang biasa disapa Zaenal kepada Seputarkudus.com.
Warga Desa Kaliputu, Kecamatan Kota, Kudus, mengatakan, jenang rumput laut memiliki kandungan air yang terlalu banyak. Bahkan sudah dimasak dengan
temperatur panas yang tinggi, kandungan air pada jenang tetap lebih
tinggi dibanding olahan jenang dari bahan lain.
“Kandungan air yang tetap tinggi tersebut, menjadikan jenang rumput laut tidak bertahan lama dan bentuknya akan rusak setelah masa kedaluwarsanya habis. Karena alasan tersebut, aku hanya memproduksinya sekali pada waktu menjelang Lebaran. Selain itu aku juga tidak ingin para pelanggan
nanti kecewa,”
ungkap Zainal.

Jenang Karomah Punya Banyak Pilihan Rasa

Toko Jenang Karomah, kata Zaenal, selain menjual produk jenang rumput laut juga menjual berbagai
macam olahan jenang dengan berbagai varian rasa. Di antaranya, jenang mocca wijen, duren, ketan hitam, kacang hijau, kedelai dan kacang tanah. Selain itu juga ada madu mongso, serta dodol.
“Berbeda dengan jenang rumput laut, yang hanya diproduksi
serta dijual menjelang Lebaran, berbagai macam jenis olahan jenang lainya
tersebut tetap diproduksi dan dijual pada hari-hari biasa,” kata
Zaenal
Zaenal mengaku menjual jenang rumput laut dengan
harga Rp 40 ribu per kilogram. Harga tersebut lebih mahal dari jenis olahan jenang lainya yang di
hargai Rp 30 ribu per kilogram. Sedangkan untuk madu mongso dia jual Rp 50 ribu per kilogram. “Itu untuk harga satu kilogram. Untuk kemasan yang lebih banyak maupun lebih
sedikit tinggal disesuaikan saja dengan harga per kilogramnya,” ujarnya
Menurut Zaenal, dari
berbagai macam olahan jenang tersebut selama Ramadan hampir semuanya laris. Bahkan
penjualan di tokonya mengalami peningkatan sekitar 300 persen.
“Bila di hari biasa
aku hanya mampu memproduksi berbagai jenis olahan jenang sekitar dua kwintal
sehari, selama Ramadan aku bisa memproduksi sekitar sembilan kwintal sehari,”
ungkapnya
Redaksi
Redaksi
Beta adalah media online yang lahir di era digital. Berita yang disajikan unik, menarik dan inspiratif. Serta dikmas dalam bentuk tilisan, foto dan video.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,334PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler