31 C
Kudus
Kamis, Juni 13, 2024

Anak Autis di Ponpes Al-Achsaniyyah Kudus Tak Makan Mi, Roti dan Susu

SEPUTARKUDUS.COM, PEDAWANG – Keriuhan terdengar dari dalam
kelas Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) Sunan Kudus. Mereka tampak belajar dengan
ditemani guru pendamping. Ruangan mereka terbagi menjadi dua tanpa sekat. Di sebelah
barat untuk perempuan dan sebelah timur untuk laki-laki. Dengan duduk di atas
kursi mereka terlihat mengamati dengan seksama apa yang guru ajarkan, walaupun
ada beberapa yang bermain sendiri.

Ponpes Al-Achsaniyah Kudus Khusus Anak Berkebutuhan Khusus
Santri berkebutuhan khusus di Ponpes Al-Achsaniyyah Kudus tengah mengikuti kegiatan Ramadan untuk mengisi waktu menjelang buka puasa. Foto: Imam Arwindra
Mereka anak-anak berkebutuhan khusus yang sedang
belajar SDLB Sunan Kudus, kawasan Pondok Modern
Al-Achsaniyyah Desa Pedawang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Mohammad Faiq
Afthoni, Pengasuh Pondok Modern Al-Achsaniyyah menuturkan, anak-anak penderita
autis dan down syndrome yang tinggal di pondoknya berjumlah 80 anak dengan 55
orang guru pendamping.
Menurutnya, mereka bukan sakit, melainkan belum mandiri dan
belum memahami intruksi yang diberikan oleh orang lain. Agar mereka cepat bisa mandiri dan mampu
memahami intruksi, perlu ada kerjasama dengan orang tua wali dan guru
pendamping. 

“Kadang orang tua wali komplain dan minta ini itu. Saya berpesan untuk
orang tua wali harus pasrah. Selain itu, pola makan anak juga kita atur. Tidak boleh
makan mi, susu, roti, keju,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, anak-anak autis tidak diperbolehkan makan
mie, susu, roti dan keju karena di dalamnya terkandung gluten. Menurutnya, zat
gluten yang terkandung dalam makanan atau minuman dapat menimbulkan jamur di
dalam tubuh manusia. Efeknya akan menimbulkan emosi. 

“Kalau orang normal tidak
apa-apa. Namun untuk penderita autis sangat berbahaya. Karena emosinya akan menyebabkan
dia tidak terkendali, akhirnya mereka sulit menerima intruksi dari orang lain,”
jelasnya.

Menurutnya, gluten ialah sejenis protein yang biasanya
terdapat pada tepung dan gandum. Gluten mengandung komponen yang disebut peptida.
Gluten juga terdapat pada susu. “Olahan makanan yang mengandung gluten
di antaranya, mi, biskuit, roti, sereal, pasta, keju,” sebutnya.
Faiq menuturkan, dengan tiga cara tersebut mereka akan berubah
menjadi lebih baik. Yakni, kerjasama dengan orang tua wali, guru pendamping
yang sabar dan mengerti serta pola makan anak yang tidak mengandung gluten. 

“Kalau
normal seperti umumnya manusia tidak bisa, karena watak manusia tidak bisa
dirubah. Yang penting mereka bisa mandiri dan mampu berinteraksi dengan orang
lain itu sudah cukup,” terangnya.

Redaksi
Redaksi
Beta adalah media online yang lahir di era digital. Berita yang disajikan unik, menarik dan inspiratif. Serta dikmas dalam bentuk tilisan, foto dan video.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
139,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER