BETANEWS. ID, PATI – Imam Zamroni, petani asal Desa Kuryokalangan, Kecamatan Gabus, Pati, mengaku sejak dua tahun terakhir ini telah menggunakan pupuk organik Biosaka.
Berdasarkan pengalamannya sejak menggunakan Biosaka, katanya hasil pertanian padi miliknya hasilnya lebih maksimal.
Ia menyebut, kalau biasanya sebelum menggunakan Biosaka, untuk satu kotak lahan pertanian menghasilkan sekitar 9 kuwintal padi. Namun, sejak menggunakan Biosaka, katanya hasilnya meningkat menjadi 1,2 ton.
“Bisa meningkat tiga kuwintal untuk satu kotak lahan. Kalau dulu paling banyak dapat 9 kuwintal saja, tapi sejak pakai Biosaka ini, hasil panen padi bisa jadi 1,2 ton,” ujar Imam, Kamis (11/1/2024).
Bukan hanya hasil yang maksimal katanya, dengan menggunakan pupuk organik Biosaka, menurutnya juga bisa menghemat untuk penggunaan pupuk.
Imam mengatakan, ia yang menggarap lahan persawahan dengan luasan 2.800 meter persegi, biasanya bisa menghabiskan pupuk sebanyak 1,5 kuwintal.
“Tapi, dengan menggunakan Biosaka ini, saya hanya menghabiskan 30 kilo pupuk. Bahkan saya kemarin cuma menggunakan 20 kilo. Artinya, ini bisa menghemat sekitar 70 sampai 80 persen,” ungkapnya.
Dengan menggunakan Biosaka, menurutnya juga bisa membantu untuk menutupi kekurangan jatah pupuk subsidi.
Sedangkan untuk pembuatan pupuk Biosaka, menurutnya juga cukup mudah. Apalagi, bahan-bahannya tersedia di lingkungan sekitar. Yakni berupa daun-daunan maupun tumbuhan lain.
Editor: Haikal Rosyada

