BETANEWS.ID, DEMAK – Makam Sunan Kalijaga Jalan Raden Sahid, Desa Kadilangu, Demak dipadati peziarah pada libur tahun baru ini.
Peziarah berdatangan dengan menggunakan bis sampai dengan sepeda motor. Mereka mengajak sanak saudara untuk mengunjungi makam salah satu walisongo yang menyebarkan islam di tanah jawa.
Baca Juga Libur Nataru dan Sekolah, Pengunjung Pemancingan Sekawan Demak Meningkat
Salma Shidah (54), peziarah asal Bondowoso, Jawa Timur itu mengajak keluarganya berziarah ke Demak untuk mencari berkah Sunan Kalijaga.
“Saya bertiga, anak saya dan mantu saya baru kali ini (berkunjung) 2023 ditakdirkan oleh Allah baru sekarang. Kalau suami saya almarhum sudah ke sini. Tinggal saya, adik, mantu yang belum. Makanya saya sempatkan datang ke sini,” katanya, Senin (1/1/2024).
Pelaksana Obyek Daya Tarik Wisata, Sukijo menyebut, hampir setiap hari ratusan bis berdatangan membawa rombongan peziarah. Peningkatan itu bahkan sudah terjadi sejak pertengahan bulan Desember.
“Hari biasa paling 10 bis kadang kurang kadang lebih. Iya (padat) cuman parkiran sini Kadilangu. Itu 100 sehari penuh,” paparnya.
Menurut Penerima Tamu Yayasan Sunan Kalijaga, Nike Santana, pada libur tahun baru ini pengunjung mencapai 5000 orang dalam sehari. Kebanyakan pengunjung datang dari daerah Jawa Barat dan Jawa Timur.
“Dibanding hari biasa mungkin setengahnya 5000 orang. Ini kan pas waktunya liburan jadi alhamdulillah meningkat,” ujarnya.
Nike mengaku, selain hari libur peningkatan pengunjung biasanya terjadi saat mendekati acara besar Islam. Seperti hari raya Idul Adha dan Idul Fitri, banyak peziarah berdatangan untuk mengirim doa kepada leluhur.
Baca Juga: Polres Demak Ingatkan Warga Tak Main Petasan saat Malam Tahun Baru
“Meningkat mungkin sampai tahun baru ini. Setelah jeda mungkin di bulan Ruwah meningkat lagi, karena menjelang bulan puasa,” terangnya.
Tidak ada batasan jam kunjungan untuk berziarah ke Makam Sunan Kalijaga, hanya saja terdapat aturan yang perlu dihormati. Peziarah diharapkan bisa bersikap sopan dan menjaga barang-barang berharganya sendiri.
Editor: Haikal Rosyada

