BETANEWS.ID, KUDUS – Senyum semringah tampak jelas tersirat di wajah Sahroni (45) usai penyerahan simbolis Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) dari PT Djarum di Balai Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Kamis (21/12/2023).
Dia mengatakan, sebelum diperbaiki oleh PT Djarum, rumahnya sangat tidak layak untuk dihuni. Namun, karena kekurangan ekonomi, rumah yang tak jauh beda dengan gubuk itu pun tetap ia tinggali.
“Dulu rumah saya itu dindingnya eblek (anyaman bambu). Lantainya tanah dan kalau hujan, atapnya bocor,” ujar Sahroni.
Baca juga: Bantu Entaskan Kemiskinan Ekstrem di Kudus, PT Djarum Serahkan 15 Rumah Layak Huni
Dia mengungkapkan, bocor di rumahnya tak hanya melalui atap saja, tapi ada juga yang masuk melalui sela-sela anyaman bambu yang dijadikannya dinding rumah.
“Kalau hujan ngenes. Rumah bocor di mana-mana,” ungkap warga Desa Medini, Kecamatan Undaan tersebut.
Pria yang bekerja sebagai buruh tani tersebut mengaku sudah menempati rumah tersebut selama 8 tahun. Rumah yang tak layak itu ditinggalinya bersama istri dan dua buah hatinya.
“Sebenarnya, ya, ingin bisa bangun rumah sendiri. Tapi karena tak ada uang jadi nggak bisa bangun,” keluhnya.
Oleh karena itu, Sahroni bersukur dapat bantuan pembangunan rumah dari PT Djarum, sehingga sekarang rumahnya bagus dan layak untuk dihuni.
“Sekarang rumahku sudah bagus. Dindingnya tembok, lantainya keramik, sudah tidak bocor, ada dapur dan kamar mandinya,” ungkapnya.
Baca juga: Bangun 35 Rumah Warga Miskin, Wujud PT Djarum Bantu Entaskan Kemiskinan Ekstrem di Jateng
Dalam proses pembangunan rumah tersebut, Sahroni mengaku tidak mengeluarkan uang sepeser pun. Semua ditanggung oleh PT Djarum.
“Saya terima jadi dan tidak mengeluarkan uang sepeser pun untuk pembangunan rumah. Terima kasih PT Djarum,” ucapnya Sahroni penuh syukur.
Editor: Ahmad Muhlisin

