BETANEWS.ID, JEPARA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Jepara bekerjasama dengan Universitas Nahdlatul Ulama (Unisnu) mengadakan kegiatan Jagong Bareng PWI dengan mengambil tema “Merayu Pemilih Muda”.
Kegiatan itu berlangsung pada Kamis (21/12/2023) bertempat di Aula Lantai 3, Gedung Perpustakaan Unisnu Jepara.
Septina Nafiyanti, Anggota PWI Kabupaten Jepara menjelaskan dalam kegiatan tersebut PWI mengundang perwakilan dari masing-masing Partai Politik (Parpol) untuk saling beradu gagasan. Dari 17 Parpol peserta pemilu, hanya 11 Parpol yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Baca Juga: Penggantian Kartu Tani ke KTP untuk Pengambilan Pupuk Masih Wacana
Yaitu Partai Gelora, PBB, PKB, PAN, Ummat, Hanura, Nasdem, PPP, Golkar, PDI-P, dan Gerindra. Sedangkan perwakilan Partai Perindo, PKS, PSI, Buruh, dan Demokrat tidak hadir dalam kegiatan tersebut.
“Dalam kegiatan ini kami mengundang perwakilan Caleg muda karena kami meyakini partai politik saat ini tidak hanya menempatkan Caleg Muda sebagai pelengkap, tetapi juga memahami kapasitas mereka, para Caleg muda tentu memiliki kreativitas dan gagasannya untuk membangun Jepara,” katanya usai kegiatan.
Terdapat empat topik yang di diskusikan dalam kegiatan tersebut. Pertama, terkait fungsi legislasi anggota DPRD; Kedua, dampak Industrialisasi di Kabupaten Jepara; Ketiga, keberpihakan terhadap perempuan; dan Ke-empat, Bonus Demografi.
Pengambilan tema tersebut dipilih, sebab menurutnya mewakili problematika atau permasalahan yang saat ini tengah terjadi di Kabupaten Jepara.
“Dari dialog bersama para Caleg tersebut ternyata tadi juga sangat hidup sekali, dimana masing-masing dari mereka saling mengeluarkan gagasannya masing-masing. Dan mahasiswa yang hadir dalam kegiatan tersebut juga cukup antusias dengan ikut memberikan pertanyaan bagi para Caleg,” tambahnya.
Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Penumpang, Dishub Bakal Tambah Trip Pelayaran Jepara-Karimunjawa
Muhammad Nuril Anwar (22) Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam, Unisnu Jepara mengatakan bahwa ia cukup antusias mengikuti kegiatan tersebut. Terlebih pelaksanaan Pemilu pada tahun 2024 nanti, menjadi moment krusial untuk menentukan pemimpin Indonesia ke depan.
Ia berharap siapapun nanti yang menjadi pemimpin harapannya dapat menjadi sosok yang tidak hanya mementingkan dirinya sendiri. “Sebab pemimpin ini kan dari rakyat untuk rakyat,” katanya.
Editor: Haikal Rosyada

