Kepercayaan Masyarakat dan Cerita Sakral Situs Dudukan di Desa Blerong

BETANEWS.ID, DEMAK – Situs Dudukan yang berada di Dukuh Krajan, RT 6 RW 3, Desa Blerong Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, merupakan salah satu bukti sejarah adanya peradaban Hindu. Tempat itu dipercayai memiliki cerita sakral dari leluhur yang sampai sekarang dihormati oleh masyarakat setempat.

Situs Dudukan itu berada di tengah area sawah dengan luas sekitar 20-30 meter persegi. Terdapat tiga arca bersimbol aliran Siwa Siddantha yang diperkirakan sudah ada sejak era Kerajaan Matam Kuno atau sekitar abad ke-5 sampai 10 Masehi, diantaranya, Arca Ganesha, Arca Lingga Yoni, dan Arca Durga.

Baca Juga: Arca Situs Dudukan, Bukti Adanya Peradaban Pra Islam di Demak

-Advertisement-

Juru Pelihara Situs Dudukan, Bahrur Tahadi (52), mengatakan, dulunya menjadi tempat peribadatan umat Hindu pada waktu itu. Beberapa arca bahkan sempat terpendam setengah dan kembali dimunculkan pada tahun 1996.

“Pada tahun 1990an situs ini sempat terkubur setengah dari sisi patung. Tapi dengan bantuan warga yang peduli akhirnya bisa diangkat dan dimunculkan kembali, ” katanya, Kamis (15/12/2023).

Sebagai peninggalan leluhur di Desa Blerong, Bahrur menyebut masyarakat tidak ada yang berani mengotak atik keberadaan situs tersebut. Apabila terdapat warga yang dengan niat sengaja atau tidak sengaja mengganggu tempat itu, akan mendapatkan petaka setelahnya.

“Kejadian dulu sempat ada yang mengambil buah di pohon asem, setelah manjat tidak bisa turun dan orang tuanya minta maaf kepada penunggu di sini ‘Mbah cucunya tidak bermaksud mencuri, tapi hanya meminta’ setelah ada perkataan seperti itu anak-anak bisa turun, ” terangnya.

Tidak hanya itu, sebagian masyarakat juga meyakini bahwa jika melakukan ritual di Situs Dudukan akan mendapatkan keberkahan. Salah satu tradisi tersebut, diantaranya meminta izin saat melangsungkan acara pernikahan.

“Jadi mereka ke sini mungkin mau punya hajat mantenan dengan membawa sesaji dan mohon doa restu untuk kelancaran. Sudah jadi kebiasaan masyarakat sini,” ujarnya.

Baca Juga: Ikut Festival Dalang Cilik, Fahmi Latihan 20 Hari untuk Bawakan Lakon ‘Lahire Gatotkaca’

Adanya kepercayaan itu, Situs Dudukan dari dulu hingga sekarang telah dirawat secara swadaya oleh masyarakat Desa Blerong. Kemudian pada tanggal 26 Oktober 2022, Bupati Demak Eisti’anah telah menetapkan tempat itu sebagai Cagar Budaya.

“Gerakan untuk merawat itu kita tidak menilai dari unsur agama apa tapi kami menilainya dari warisan leluhur kita. Karena sebelum IsIam masuk di tanah Jawa leluhur kita bukan beragama IsIam, ” paparnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER