14 Kecamatan di Demak Masuk Wilayah Rawan Bencana

BETANEWS.ID, DEMAK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak melakukan pemetaan wilayah yang berpotensi terkena bencana alam.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Demak, Agus Nugroho LP mengatakan, jenis bencana yang telah diantisipasi diantaranya banjir, puting beliung, dan tanah longsor.

“Sesuai dengan prediksi BMKG walaupun El Nino diprakirakan sampai bulan Februari namun demikian kita harus siap menghadapi musim penghujan,” katanya saat ditemui di kantor BPBD Demak, Jumat (8/12/2023).

-Advertisement-

Baca Juga: Gibran Bakal Kunjungi Demak? Ini Faktanya

Agus menyebut 14 kecamatan di Kabupaten Demak masuk dalam pemetaan wilayah rawan bencana. Terutama bagian pemukiman warga yang dilalui oleh aliran sungai besar.

“Karena di Demak ini wilayah hilir mestinya lebih siap air turun ke Demak dari Boyolali, Kabupaten Semarang, Salatiga, Grobogan, termasuk Sragen turunnya ke Demak, ” terangnya.

“Wilayah yang paling rawan dilewati Sungai Dombo, Sungai Jajar, Sungai Tuntang, dan semua sungai itu kan memanjang. Desa yang berada di bantaran sungai harus lebih siap,” imbuhnya.

Menurutnya, bencana justru terjadi pada wilayah yang luput dari pemetaan. Sehingga untuk mengantisipasi hal itu terjadi, BPBD Demak membuat skema wilayah potensi bencana secara universal.

“Kita tidak bisa langsung memfokuskan di beberapa kecamatan tapi fokus semua kecamatan. Terus terang beberapa kali kami terkena banjir itu di tempat yang tidak kita prakirakan,” ujarnya.

Baca Juga: Masuk Masa Kampanye, Sejumlah Parpol di Demak Ikuti Bimtek Aplikasi Sikadeka

BPBD Demak telah menyatakan status siaga darurat bencana dari awal bulan Desember 2023 sampai dengan Maret 2024. Adapun untuk persiapan tersebut, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten (pemkab) Demak maupun pemerintah desa (pemdes) mengenai kesigapan menghadapi bencana alam.

“Antisipasinya kami membuat status siaga bencana dan kami gelar apel pasukan gabungan. Kita aktifkan lagi posko-posko, baik relawan, kecamatan, kodim, polres, PMI, Disnakertrans, Baznas, semu posko lainnya. Kemudian kita cek peralatan, logistik, dan kebutuhan lainnya,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER