Penjual Pisang Molen Legendaris di Kudus, Sehari Bisa Habiskan Puluhan Sisir Pisang Raja

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa pembeli terlihat sedang menunggu seorang pria menggoreng pisang molen di sebuah gerobak yang berada di Jalan Tanjung Kramat, Desa Kramat, Kecamatan/Kabupaten Kudus. Di sela-sela menggoreng, ia tampak mewadahi gorengan yang sudah dingin itu ke wadah plastik sesuai permintaan pembeli.

Lapak milik Abdul Hasan (53) itu memang sudah jadi langganan banyak warga Kudus. Bahkan bisa dibilang, pisang molen itu sudah legendaris di Kudus.

Di sela-sela kesibukannya melayani pembeli, Hasan, bersedia bercerita kepada betanews.id mengenai usaha pisang molen yang dirintisnya pada 1986 itu. Ia mengatakan, dulunya sempat berjualan di belakang SMP Negeri 2 Kudus. Namun, pada 2018 lalu ia memutuskan untuk pindah di sekitar Jalan Tanjung sekarang ini.

-Advertisement-

Baca juga: Lembut dan Harganya Terjangkau, Donat Enyaknyam Ini Bikin Banyak Pembeli Jatuh Hati

“Sebenarnya dahulu tidak ada alasan khusus memilih berdagang pisang molen. Tetapi keluarga besar memang terjun di dunia kuliner yaitu berjualan pisang molen,” tuturnya saat ditemui, Jumat, (01/12/2023).

Hasan menjelaskan, selama 37 tahun berjualan pisang molen ia tidak menemui kesulitan yang berarti. Satu-satunya permasalahan adalah ketika harga bahan bakunya naik. Meski begitu ia tetap menjualnya dengan harga sama yaitu Rp1 ribu per biji.

Menurutnya, tak masalah jika mendapat keuntungan sedikit yang terpenting jualannya masih bisa berjalan. Tentunya, ia ingin terus menjaga kualitas produknya tanpa mengurangi takaran yang sudah biasa digunakan.

“Susahnya saat harga pisang naik, mau tidak mau ya tetap harus beli karena buah pisang menjadi bahan utama di pisang molen,” beber laki-laki asli Demak itu.

Setiap buka mulai pukul 09.00, ia bisa menghabiskan hingga 10 kilogram adonan dan 30 sisir pisang raja. Bahan baku itu bisa menghasilkan ratusan biji pisang molen.

Baca juga: Outlet Kue Lumpur Khas Sidoarjo di Kudus Ini Laris Manis, Harganya Mulai Rp3 Ribu

Ia mengungkapkan, kebanyakan pembeli yang datang adalah masyarakat umum yang lewat, mulai dari pengendara hingga pelajar.

“Meskipun sekarang banyak penjual pisang molen yang menjual berbagai varian isi, ia tidak ingin mengubah atau menambah varian isinya,” bebernya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER