BETANEWS.ID, PATI – Suasana di Omah Ijo, sebuah tempat penjualan aneka bibit tanaman, siang itu terlihat cukup ramai. Sejumlah orang tampak memilih ragam bibit tanaman yang ada di tempat tersebut.
Abdul (25), pemilik Omah Ijo, terlihat sibuk melayani pengunjung yang datang ke tempatnya. Ia menunjukkan kebutuhan bibit yang sedang dicari oleh pengunjung. Menurutnya, yang sedang banyak dicari oleh pengunjung adalah bibit tanaman cabai. Hal ini seiring dengan tingginya harga cabai di pasaran.
Tempat pembibitan tanaman yang berlokasi di Desa Bageng, Kecamatan Gembong, Pati itu, akhir-akhir ini banyak pengunjung yang membeli bibit cabai. Penjualan komoditas bibit cabai ini, juga mengalami lonjakan yang signifikan.
Baca juga: Pasar Bagus, Pengusaha Bibit Tanaman Holtikultura Kudus Kuwalahan Penuhi Permintaan
“Sehari bisa menjual bibit cabai ribuan, sebanyak 2.000-3.000 bibit. Yang beli masyarakat umum untuk ditanam di pekarangan. Meningkat sejak bulan kemarin,” ujarnya, Sabtu (25/11/2023).
Lantaran tingginya permintaan, sementara stok yang tersedia semakin terbatas, Abdul Hamid terpaksa meningkatkan harga jual dua kali lipat.
“Dulu biasa jual Rp500 per polibek. Sekarang saya jual Rp1.000. Terpaksa naik karena permintaan sangat banyak,” ungkapnya.
Baca juga: Manfaatkan Limbah Dapur, Pupuk Cair Bibit Mas Tembus Luar Jawa
Meski harga telah dinaikkan, tetapi permintaan akan bibit cabai masih datang membanjiri. Hal tersebut membuat Abdul mengaku kewalahan.
“Sangat kerepotan karena banyak yang nyari. Dampak bagusnya adalah bibit tanaman lain juga laku. Biasanya setelah dapat bibit cabai, pembeli juga beli bibit tanaman lain,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

