BETANEWS,ID, DEMAK – Es batu kristal menjadi produk yang penjualannya meningkat drastis di musim kemarau. Bahkan, beberapa agen sampai kewalahan melayani pembeli yang kebanyakan penjual es kemasan. Salah Satu yang ramai orderan adalah Kaisar Ice Tube & Serut.
Sales CV Kaisar Ice Tube & Serut, Wisnu, mengaku sudah lima bulan ini permintaan es batu kristal melonjak di masyarakat. Menurutnya, situasi itu terjadi lantaran cuaca yang mendukung dan banyaknya kedai es teh di Kabupaten Demak.

“Ya mungkin karena (cuaca) terlalu panas, sama booming-boomingnya es teh jumbo. Wah itu buat mumet, habis-habisin es. Satu outlet itu bisa habisin 40 kantong, minim-minim 20 kantong lah,” ujarnya saat ditemui, Selasa (24/10/2023).
Baca juga: Musim Kemarau Pembawa Berkah, Ema Bisa Jual Ratusan Porsi Es Tiap Hari
Padahal, setiap harinya es batu kristal yang dikirim Wisnu tidak pernah mengalami perubahan jumlah dari pabrik. Sekali berangkat, ia dapat membawa 500 kantong atau sekitar 5 ton es batu kristal untuk Kecamatan Kota dan Sayung. Untuk satu kantongnya dihargai Rp7.500 dan untuk pengecer Rp10 ribu per 10 kilogram.
“Sebenarnya tidak langka, untuk kapasitas mesin itu seperti dulu. Cuman kan pasarnya naik karena banyak permintaan, apalagi dengan mesin yang tidak mumpuni,” terangnya.
Wisnu menjelaskan, dalam sehari pabrik hanya mampu menghasilkan 40 ton es batu kristal. Jumlah itu, tidak dapat ditambah lagi karena untuk mengantisipasi kerugian saat musim penghujan.
“Harusnya kan tambah mesin, cuman dari pihak owner jika tambah mesin saat musim hujan tidak mungkin seperti ini,” pungkasnya.
Baca juga: Rujak Es Krim di Demak Ini Enak Dinikmati Saat Cuaca Panas
Salah satu penjual es teh, Suriyah (50), mengaku telah mengantre mulai pukul 8.00 WIB. Padahal sejak pukul 5.30 WIB ia sudah menunggu kedatangan mobil pengangkut es, tapi ia hanya bisa mendapatkan satu kantong es batu kristal.
“Saya tadi pagi sudah ke sini cuman di kasih satu, terus ke sini lagi pukul 9.00 WIB katanya mau dikasih dua bungkus tapi cuman dikasih satu bungkus,” katanya
Editor: Ahmad Muhlisin

