BETANEWS.ID, KUDUS – Penjabat (Pj) Bupati Jepara, Edy Supriyanta, mendengar keluh kesah warganya dalam acara Rembuk Tani di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Keling, Jumat (29/9/2023). Ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara membantu memecahkan permasalahan yang sedang diahadapi para petani dan peternak.
Dalam Rembuk Tani tersebut, Pj Bupati menerima berbagai macam masukan dari para petani khususnya di wilayah Kecamatan Keling. Salah satunya dari peternak Desa Banyumanis, Ali Yusakan. Dia berharap adanya penambahan tenaga kesehatan hewan di Jepara dan adanya pembangunan Pasar Hewan Keling yang dinilai sudah tidak layak.
“Ini akan kita tindaklanjuti. Pasar Hewan Keling bisa dimasukkan dalam rencana pembangunan 2024,” kata Edy dalam acara yang dihadiri Dandim 0719/Jepara, Letkol Inf Mokhamad Husnur Rofiq; Sekda Jepara, Edy Sujatmiko; Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Jepara, Diyar Susanto; dan Kepala Diskominfo, Arif Darmawan.
Baca juga: Pj Bupati Jepara Minta Jalan, Objek Wisata, dan Pasar Dibersihkan untuk Sambut Penilaian Adipura
Selain itu, ada juga pengurus Kelompok Wanita Tani (KWT) Kecamatan Keling, Rubiati, yang meminta adanya pelatihan packaging untuk pengemasan produk pertanian serta pemasaran produk jadi.
“Ini nanti produknya bisa dipasarkan di Pendopo Kabupaten. Saat ada tamu dari luar kota, akan kita tunjukkan produk makanan hasil olahan wanita tani ini,” ungkap Edy.
Dalam agenda itu, Edy juga menyinggung stok beras di Jepara yang sudah surplus. Meski begitu, dia mengingatkan agar harga beras tetap stabil di kalangan masyarakat. Jangan sampai ada lonjakan harga hingga tidak terkendali. Antisipasinya, bisa dilakukan dengan menggelar pasar murah di sejumlah tempat secara rutin.
“Alhamdulilah Kabupaten Jepara selau swasembada beras. Jepara menglami surplus beras sebesar 38 ribu ton (2022). Sedangkan untuk tahun ini sampai bulan Agustus sudah tercapai 7 ribu ton beras,” ungkap Edy.
“Saya sudah dapat laporan, beras mundak (beras naik), regone larang (harganya mahal), juga minyak. Saya minta DKPP untuk melakukan upaya interfensi menjaga kestabilan harga untuk bantu masyarakat,” sambung Edy.
Baca juga: Forkopimda Jepara Sepakat Akan Tindak Tegas Aktivitas Tambak Udang Karimunjawa
Dia menyampaikan, pertanian adalah sektor penopang perekonomian nasional. Di Jepara, sektor pertanian memiliki peran penting dalam struktur PDRB, yakni di urutan ke-3 dengan sumbangan 12,77 persen.
Tahun ini, Kabupaten Jepara mendapat bantuan Menteri keuangan intensif fiskal serta diarahkan pada bidang pertanian. Termasuk untuk pembangunan irigasi, jalan usaha tani (JUT), hingga pengadaan bibit atau penih tanaman.
Editor: Ahmad Muhlisin

