BETANEWS.ID, JEPARA – Komunitas Greenpeace Indonesia bersama masyarakat Karimunjawa serta sejumlah aktivitas lingkungan melakukan aksi membentangkan banner bertuliskan #Savekarimunjawa dari aksi kapal tongkang dan tambak udang di tengah laut menggunakan kapal kayak.
Dinar Bayu, Koordinator Komunitas dari Greenpeace Indonesia mengatakan bahwa aksi tersebut merupakan serangkaian aksi dalam rangka Global Climate Strike. Dimana aksi tersebut sengaja dilakukan untuk mengungkapkan keresahan terkait adanya kerusakan iklim yang kian marak terjadi, salah satunya yang berada di Karimunjawa.
Baca Juga: Pernikahan Dini di Jepara Meningkat, Ketua DPRD Jepara: ‘Semoga Tak Jadi Tren’
“Di tahun 2018 kita juga pernah melakukan aksi di Karimunjawa terkait dengan keberadaan Kapal Tongkang yang merusak terumbu karang, belum juga persoalan tersebut selesai masyarakat Karimunjawa sekarang harus diresahkan dengan keberadaan tambak udang yang diduga ilegal,” katanya pada Rabu (21/8/2023) saat ditemui di Pelabuhan Pantai Kartini Jepara.
Setelah lima tahun berjalan, ia mengungkapkan bahwa kemarin ia masih melihat 10 kapal tongkang berlabuh di area perairan yang seharusnya menjadi zona konservasi dan area berlabuh dari kapal tradisional milik para nelayan.
Perairan Karimunjawa yang menjadi jalur pendistribusian baru bara menggunakan kapal tongkang menurutnya membuat keberadaan terumbu karang yang berada di dasar laut menjadi rusak karena dilindas oleh tongkang kapal.
Ia kemudian melanjutkan bahwa keberadaan tambak udang juga turut memperparah kerusakan lingkungan yang ada di Karimunjawa karena limbah dari hasil tambak tersebut langsung di buang ke laut.
“Karena kemarin kita dan teman-teman banyak melihat sendiri bahwa limbah dari tambak udang ini secara langsung di rilis ke laut yang seharusnya tambak tersebut mempunyai IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah), tetapi kenyataannya langsung di rilis ke laut,” tambahnya.
Sehingga keberadaan tambak tersebut menyebabkan adanya kerugian bagi para pelaku wisata, nelayan, maupun petani rumput laut.
Baca Juga: Pesan Pj Bupati pada Ormas di Jepara: ‘Sukseskan Pemilu, Bukan Sebaliknya Memperkeruh Keadaan’
Ia juga menuturkan bahwa pada Selasa (19/8/2023) kemarin, air yang berada di bibir Pantai Bobby Karimunjawa juga mendadak berubah warna menjadi hijau. Padahal di waktu tersebut sedang banyak para wisatawan dan turis yang sedang berenang di area pantai.
“Kemarin kita juga melihat sendiri di Pantai Bobby itu airnya berubah warna menjadi pink kehijauan seperti berminyak dan baunya juga sangat tidak enak sekali,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

