BETANEWS.ID, JEPARA – Sungai Serang Wulan Drainase (SWD) II yang bermuara di Bendungan Welahan Bom (Bompes) di Desa Gerdu, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara saat ini dalam kondisi kering. Akibatnya, pelanggan Perusahaan Air Minum (Perumda) Tirta Jungporo di enam desa mengalami krisis air bersih.
Direktur Utama Perumda Tirta Jungporo, Sapto Budiriyanto, menjelaskan, enam Desa terdampak yaitu Desa Ujung Pandan, Kecamatan Welahan; Desa Gerdu dan Kali Ombo, Kecamatan Pecangaan; Desa Tedunan, Karang Aji, dan Kedung Malang, Kecamatan Kedung.
Ia kemudian menjelaskan bahwa Perumda Tirta Jungporo memiliki reservoar (tempat penyimpanan air) yang berada di Bompes. Reservoar tersebut bersumber dari tiga sumur dan satu Instalasi Pengolahan Air (IPA).
Baca juga: Dampak Kekeringan di Jepara Kian Meluas, 9 Desa Butuh Dropping Air
Debit air dari ketiga sumur tersebut pada saat terjadi musim kemarau menurutnya tidak terjadi masalah. Hanya terjadi pengurangan debit sekitar 20-30 persen.
Hanya saja yang menjadi problem saat ini menurutnya karena IPA yang dimiliki oleh Perumda Tirta Jungporo tidak dapat memproses atau menjernihkan air karena kehilangan sumber air baku.
“Jadi instalasi pengolahan air kami yang sumber air bakunya kita ambil dari sungai SWD II sekarang ini surut, sehingga tidak bisa diambil dan diproses,” katanya saat ditemui di Kantor Setda Kabupaten Jepara, Kamis (14/9/2023).
Untuk mengatasi hal tersebut, Perumda kemudian membuat kebijakan dengan menggilir waktu mengalirnya air.
Baca juga: Pembangunan Embung Diharapkan Jadi Solusi Jangka Panjang Pertanian Jepara
“Solusinya kita gilir. Jika memang digilir masih belum mencukupi, kita siapkan armada tangki air bersih bisa kita dropping ke daerah yang membutuhkan,” katanya.
Dengan kondisi ini, Sapto menyebut Perumda belum bisa membangun sumur air resapan baru karena terkendala aturan menteri ESDM untuk mengurangi penggunaan air tanah.
Editor: Ahmad Muhlisin

