Miris, Petani di Undaan Terpaksa Beli Beras Karena Selama 4 Tahun Gagal Panen

BETANEWS.ID, KUDUS – Petani di Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, terutama di Desa Berugenjang, Lambangan, dan Wonosoco terpaksa harus membeli beras selama empat tahun berturut-turut karena sawahnya gagal panen setelah diterjang banjir. Masalah utama yang dialami oleh ratusan petani atau ribuan hektare sawah itu karena Sungai Jeratun (JU 3D) alami pendangkalan.

Salah satu petani Muhammad Rifai, mengaku selalu membeli beras untuk makan setiap hari. Bahkan, utangnya sampai menumpuk di bank karena tak pernah balik modal saat menanam padi.

“Makan saja nempur selama empat tahun. Dulunya nggak pernah kebanjiran. Mulai 2018 kok hasilnya zonk terus. Padahal nanam padi tidak modal dari uang kita sendiri. Kita pinjam dari bank. Kalau memang tidak panen, utangnya semakin bertambah,” ungkap petani asal Desa Berugenjang, Kecamatan Undaan itu, Rabu (13/9/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Geram Tak Digubris Pemerintah, Petani Undaan Patungan Keruk Sungai Jeratun

Ia dan petani lainnya yang mempunyai sawah di sekitaran sungai tersebut merasa jengah melihat kondisi sungai yang dangkal dan tak ada upaya apapun dari pemerintah. Padahal, kondisi sungai tersebut hampir rata dengan sawah yang mereka garap.

“Ini petani menjerit, soalnya pupuk mahal, mau tanam tidak bisa, modal utang, pajak setiap tahun selalu naik, namun hasilnya zonk,” keluhnya.

Menyikapi hal itu, katanya, para petani di tiga desa itu rela menormalisasi sungai dengan cara urunan. Karena selama empat tahun sungai mengalami pendangkalan dan tidak ada tindakan dari dinas maupun pemerintah.

Baca juga: Petani Undaan Keluhkan Masalah Irigasi, Anggota DPRD Kudus Langsung ‘Terjun’ ke Sungai

“Maka dari itu, karena tidak ada respon dari pemerintah. Ini normalisasi Sungai Jeratun memang swadaya petani. Ini khususnya di wilayah wonosoco, Berugenjang, dan Lambangan,” beber dia.

Rifai juga menyinggung bahwa masyarakat mempunyai wakil rakyat (DPR) yang menyuarakan suara rakyat. Namun, hal itu masih dinilai kurang berpihak terhadap rakyat.

“Kalau pemilu saja deketin rakyat. Tapi kalau sudah jadi, rakyat itu sampai merengek-rengek tidak ada tindakan sama sekali,” tuturnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER