BETANEWSID, DEMAK – Fenomena El Nino menyebabkan kemarau terasa lebih panjang. Hal itu mengakibatkan sejumlah lahan persawahan di beberapa daerah tidak dapat ditanami.
Imbas dari kekeringan itu, harga gabah mengalami kelonjakan secara masif daripada tahun sebelumnya. Produktivitas yang semakin menurun dan keterbatasan stok, membuat mahalnya gabah dari tingkat petani hingga penggilingan.
Baca Juga: Harga Gabah Melambung, Pengusaha Penggilingan Padi di Demak Kelimpungan
Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah, pada bulan Agustus harga gabah kering giling (GKG) di tingkat petani naik hingga 5,67 persen. Lonjakan tersebut dilihat dari harga pada bulan Juli yang semula Rp6.017 per kilogram menjadi Rp6.358 per kilogram di bulan Agustus.
Sedangkan kualitas Gabah Kering Panen (GKP) mengalami kenaikan 4,92 persen dari harga bulan Juli Rp5.466 per kilogram menjadi Rp5.738 per kilogram di bulan Agustus.
Kepala BPS Demak, Henri Wagiyanto, mengatakan harga gabah di Kabupaten Demak mengalami kenaikan sejak dua minggu yang lalu. Rata-rata kenaikan harga gabah di petani sebanyak Rp7.250 per kilogram, dari harga gabah pada bulan Agustus senilai Rp6 ribu per kilogram.
“Hasil yang kami survei dari enam responden di kabupaten Demak untuk dua minggu ini rata-rata gabah kering Rp7.250 per kilogram,” katanya saat ditemui di kantor BPS Demak, Kamis (14/9/2023).
Menurutnya kenaikan harga gabah disebabkan faktor cuaca panas yang berlangsung secara terus menerus. Sehingga mengakibatkan produktivitas padi menurun.
“Kondisi sekarang kan banyak sekali kekeringan, sehingga tidak banyak yang bisa panen dan bisa diharapkan. Hal itu kemudian mengakibatkan harga gabah naik,” ujarnya.
Meskipun begitu, ia menyebut harga tersebut tidak bisa dijadikan patokan di Kabupaten Demak. Sebab, dalam metode perhitungan yang digunakan hanya mengambil beberapa sampling dari petani.
Baca Juga: Dinpertanpangan Demak Pastikan Stok Beras Aman
“Untuk menyebutkan survei itu kan tergantung kebutuhan provinsi, sedangkan Kabupaten Demak masuk dalam bagian itu. Sehingga hasil hari ini tidak bisa digunakan begitu saja untuk harga gabah di Demak,” terangnya.
Ketika dimintai keterangan mengenai produktivitas gabah di Demak. Pihaknya belum merilis data terbaru, karena masih dalam tahap penyusunan.
Editor: Haikal Rosyada

