31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Petani Desa Lambangan Kudus Beli Air untuk Siram Bawang Merah

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa petani di Desa Lambangan, Kecamatan Undaan, Kudus kini telah memulai menanam bawang merah meskipun sedang kemarau. Mereka rela membayar demi bisa menyiram tanaman yang kini ditanam.

Salah satu petani, Hariyono mengatakan, untuk suplai air tanaman bawang merah, dia mengambil air dari Pamsimas yang dikelola oleh pihak Desa Lambangan dan harus membayar untuk itu.

Baca Juga: Beberapa Warga Kecewa Tak Kebagian Beras Murah di Gerakan Pangan Murah Kudus

-Advertisement-

lahan sawah yang ditanami bawang merah itu sudah terhitung sekitar 10 hari ini dan membutuhkan air setiap dua hari sekali. Menurutnya, untuk biaya air yang dikeluarkan Rp100 ribu setiap dua hari sekali.

“Jadi biaya mengambil air untuk pertanian ini membayar pulsa sendiri. Setiap dua hari sekali keluarkan Rp100 ribu. Saat ini sudah berjalan kurang lebih 10 hari,” ungkapnya.

Hariyono pun mengaku, bosnya sangat diuntungkan dengan keberadaan Pamsimas yang saat ini tidak digunakan oleh warga. Menurutnya, penggunakan air Pamsimas itu hanya untuk sawah milik bosnya itu. Lantaran jika digunakan petani lainnya air tidak bisa mencukupi.

Baca Juga: Kemarau, Petani Desa Lambangan Kudus Tanam Bawang Merah Dengan Air Pamsimas

Pamsimas tidak digunakan oleh warga sekitar, lantaran airnya yang asin (air payau). Dari pada Pamsimas yang sudah dibangun tidak digunakan sama sekali, akhirnya dibuat untuk mengaliri sawah untuk tanaman bawang merah.

“Airnya ini dari Pamsimas Desa Lambangan. Lah ini digunakan daripada nganggur, tidak kepakai. Karena Pamsimas ini juga tidak dibutuhkan warga, karena airnya asin,” katanya, Jumat (8/9/2023).

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER